Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT, Bamsoet: Sistem Demokrasi Kita Perlu Dievaluasi

Ketua MP RI Bambang Soesatyo. (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Belakangan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT) sudah melakukan sejumlah Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap beberapa kepala daerah.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan perlu adanya perbaikan sistem demokrasi. Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet ini, sistem pemilihan secara langsung membutuhkan biaya politik yang lumayan besar.

“Menurut saya yang harus dievaluasi adalah sistem demokrasi kita, sebagaimana semangat kawan-kawan, kami sebetulnya ingin mendorong evaluasi sistem pemilihan langsung yang masih diterapkan saat ini,” kata Bamsoet, Jumat (26/10).

Politikus Partai Golkar itu menilai, pemilihan langsung mulai dari Bupati, Walikota dan Gubernur, adalah akar masalah kenapa kemudian para kepala daerah melakukan hal yang tidak terpuji karena biaya yang sangat tinggi.

Dia mengungkapkan, seharusnya sistem di Indonesia harus lebih elegan agar bisa mengurangi kejadian seperti ini. Walaupun dirinya tidak menampik tetap menginginkan pemilihan langsung.

“Dievaluasi lagi dan kepada sistem yang lebih memungkinkan kita berdemokrasi secara elegan dan tidak berpragmatis,” tambahnya.

Namun demikian, menurut Bamsoet, jika sistem pemilihan diadakan secara tidak langsung maka akan mengurangi angka korupsi. Karena biaya yang tidak tinggi dan tidak berpotensi adanya benturan di akar rumput.

“Skalanya mungkin lebih kecil, karena di diskusi kita dengan berbagai pihak termasuk penegak hukum mengawasi 50 – 60 orang DPRD yang memilih kepala daerah jauh lebih mudah dan tidak memerlukan money politic yang begitu tinggi dan rentan. Serta potensi benturan di akar rumput itu jauh lebih ringan,” pungkasnya