Diskusi PAPMI, Yudi Latief Dorong Pemuda Kedepankan Persamaan di Tengah Perbedaan

Diskusi Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar, Pemuda, Mahasiswa Islam (PAPMI) memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda bertajuk 'Peran Pemuda Islam dalam Membangun Berkelanjutan dan Berkeadilan' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (26/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Pengamat Politik Yudi Latief mengatakan, peran pemuda sangat signifikan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Hal itu terbukti dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1908.

Namun, Yudi menyayangkan, saat ini peran pemuda justru berbanding terbalik dengan pemuda dahulu, di mana pemuda dinilai misleading atau sesat dari pedoman Indonesia yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Saat ini, banyak pemuda hanya mengedepankan point kebhinnekaan saja. Tidak menyeluruh dalam Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu dinilai Yudi justru sangat berbahaya.

“Jadi saya lihat sekarang ini missleading-nya banyak wacana-wacana kita yang terlalu menekankan kepada kebhinnekaan padahal menekankan terlalu banyak kebhinnekaan tanpa ketunggalan bukan mengurangi rasisme malah menambah rasisme,” ujar Yudi dalam diskusi Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar, Pemuda, Mahasiswa Islam (PAPMI) memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda bertajuk ‘Peran Pemuda Islam dalam Membangun Berkelanjutan dan Berkeadilan’ di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (26/10).

Karenanya Yudi berpesan, demi menjaga asa Sumpah Pemuda agar tetap satu, pemuda agar selalu mencari persamaan di tengah perbedaan yang ada untuk satu tujuan.

“Para pemuda saat ini. Mari kita mencari similiaritas tadi, persamaan tumpah darah, persamaan bangsa Indonesia, persamaan bahasa yang satu bahasa Indonesia. Agar tetap ada semangat pemudanya,” tambahnya.

“Pemuda Indonesia akan jauh lebih baik dari sebelumnya di tengah perbedaan dan situasi saat ini,” pungkasnya.