Ketum PAPMI: Rugi Jika Jokowi Tidak Angkat Yudi Latief Jadi Menteri Pendidikan

Ketua Umum Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar Pemuda Mahasiswa Islam (PAPMI) Bursah Zarnubi. (Fotto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar Pemuda Mahasiswa Islam (PAPMI) Bursah Zarnubi menilai, cendikiawan muda Yudi Latief merupakan orang yang memiliki intelektual tinggi. Selain itu, pemahaman Yudi mengenai pengamalan Pancasila juga sangat mumpuni.

Sebagai senior, Bursah mengaku, justru sering berkonsultasi kepada Yudi mengenai nilai-nilai dalam Pancasila. Oleh karena itu, ia menilai Yudi merupakan sosok yang tepat untuk menjadi Menteri Pendidikan di tahun 2019 mendatang.

“Jika Pak Jokowi menang di 2019 besok, rugi bila tidak mengangkat Yudi menjadi Menteri Pendidikan Indonesia,” ujar Bursah dalam diskusi PAPMI dengan tema “Peran Pemuda Islam dalam Pembangunan Berkelanjutan dan Berkeadilan”, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (26/10).

Menurut Bursah, mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini memiliki pengetahuan yang luas. Selain itu, pengetahuannya mengenai nilai-nilai kebangsaan juga tidak perlu diragukan lagi.

“Ya karena Yudi ini pengetahuannya banyak, bacaannya banyak. Buku yang ditulisnya juga soal kebangsaan,” jelasnya.

Hal tersebut juga diamini Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindawardana. Menurut Danang, Yudi memiliki visi yang dapat memajukan pendidikan Indonesia, dengan berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Sosok Menteri Pendidikan yang dibutuhkan Indonesia ya seperti Pak Yudi ini,” katanya.

Danang juga menegaskan, apa yang dilakukan Yudi selama ini telah membawa dampak positif. Yudi juga dinilai bukan hanya orang yang memiliki teori, namun bisa menjalankan teori tersebut menjadi suatu aksi nyata.

“Pak Yudi ini bukan hanya orang yang punya banyak teori. Kita tidak perlu orang yang hanya banyak teori, kita butuh orang yang punya transformasi berpikir,” tuturnya.

Sebelumnya, Perkumpulan Alumni Organisasi Pelajar Pemuda Mahasiswa Islam (PAPMI) menggelar diskusi dengan tema “Peran Pemuda Islam dalam Pembangunan Berkelanjutan dan Berkeadilan”, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (26/10). Diskusi ini sekaligus untuk memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda, yang jatuh pada Minggu 28 Oktober 2018 mendatang.

Selain Yudi dan Danang, diskusi ini juga dihadiri mantan Ketum PB HMI Mulyadi P Tamsir dan ratusan peserta yang berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda Islam.