Usai Diinterogasi, US Akui Bendera yang Dibawanya Merupakan Bendera HTI

Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, pembawa bendera bertuliskan kalimat tauhid di acara Hari Santri Nasional (HSN) di Limbangan, Garut, mengakui bendera yang dikibarkannya memang bendera Hizbut Tahrir Indonesia. Pria berinisial US ini mengaku membeli bendera tersebut dari sebuah akun di Facebook.

“US tahu bahwa bendera yang dibawa dan dikibarkan tersebut adalah bendera HTI,” ujar Arief di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/10).

Pengakuan tersebut didapatkan penyidik Polda Jawa Barat setelah menginterogasi US. US sendiri berhasil diamankan di wilayah Bandung.

“Yang bersangkutan memperoleh bendera itu beli online, yang diiklankan oleh akun Facebook yang menyebut itu sebagi bendera HTI,” tuturnya.

Namun mengenai apakah sebelumnya US terlibat dalam organisasi terlarang itu, Arief belum dapat memastikannya. Pasalnya, ponsel yang digunakannya merupakan ponsel baru.

“Polisi sedang menelusuri HP yang sebelumnya untuk mengetahui aktivitas yang dilakukan sebelumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, seseorang diketahui mengibarkan bendera mirip bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), pada perayaan Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Senin (22/10). Bendera tersebut akhirnya dibakar oleh sejumlah orang yang berasal dari Banser.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, pihak Polda Jawa Barat berhasil mengamankan satu orang yang diduga pengibar bendera tersebut. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Barat.

“Yang bersangkutan bernama US, berasal dari Desa Cibatu, Garut dan ditangkap di Jalan Laksmi, Bandung,” ujar Arief di Mabes Polri, Kamis (25/10).