Pihak Basarnas Tak Menerima Sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari Lion Air JT 610

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi. (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, hilang kontak diduga karena pihak Basarnas tidak menerima sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) yang berada di pesawat.

Begitu dikatakan Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi di Kantor Basarnas, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Syaugi menjelaskan, pihaknya memiliki alat yang bernama Medium Earth Orbital Local Terminal yang fungsinya untuk melacak keberadaan pesawat, khususnya ketika pesawat sedang berada dalam keadaan darurat. Namun, pihaknya tidak bisa menangkap sinyal dari ELT milik Lion Air.

“Jadi Basarnas punya alat MEULOC, yaitu Medium Earth Orbital Local Terminal. Alat ini untuk menangkap district misi, salah satunya kalau di pesawat itu ELT (Emergency Locator Transmitter). Kami sudah cek, alat ini sudah teregister life time nya masih sampai Mei 2023. Sertifikatnya masih valid,” kata Syaugi.

Syaugi juga mengungkapkan pihaknya sempat meminta bantuan dari Australia yang memiliki alat yang sama, dan menanyakan apakah mereka dapat menerima sinyal dari pesawat Lion Air. Namun, pihak dari Australia juga mengaku tidak mendapatkan sinyal dari ELT milik Lion Air.

“Tapi kita tidak menangkap alat ini. Kita sudah cek ke Australia yang punya alat sama juga tidak menangkap. Namun demikian, kita sudah bisa menemukan puing-puing dari pada lost contactnya pesawat. Jadi kita sudah temukan tempatnya dan dalami,” terangnya.

Syaugi menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengerahkan tim dari Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Lampung untuk melakukan pencarian dan evakuasi pesawat. Pihaknya juga melibatkan warga sekitar untuk melakukan pencarian.

“Personel yang kita kerahkan baik dari Jakarta, Bandung, Cirebon, dana Lampung. Jadi kita ada tiga kapal dan kapal-kapal kecil maupun heli. Total personel yang kita kerahkan 130 (orang) plus warga ada 30 orang,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan JT 610 hilang kontak pukul 06.33 WIB. Pesawat tersebut hilang kontak 13 menit setelah take off, tepatnya pukul 06.20 WIB.

Basarnas juga mengungkapkan pihaknya juga telah menuju lokasi jatuhnya pesawat. Pesawat diduga berada di kedalaman 30-35 meter di bawah permukaan laut.

Puing-puing pesawat dan sejumlah barang-barang milik penumpang juga ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.