Trump Kirim 5.200 Tentara Aktif ke Perbatasan Meksiko

Tentara Amerika di perbatasan Meksiko, Foto Washington Time
Tentara Amerika di perbatasan Meksiko, Foto Washington Time

Washington,Sayangi.com- Lembaga Pentagon Amerika Serikat (AS) mulai mengirimkan sekitar 5.200 tentara layanan aktif ke perbatasan AS dengan Meksiko. Ribuan tentara,beberapa di antaranya dipersenjatai. Para tentara diterjunkan untuk meningkatkan keamanan menjelang kedatangan ribuan migran yang rata-rata dari Honduras untuk mencari suaka.

Pejabat Pentagon, Jenderal Terrence J O’ Shaughnessy, mengumumkan pengerahan ribuan tentara AS tersebut pada hari Senin. Berdasar laporan Fox News, Selasa (30/10/2018), ribuan tentara yang dikirim berasal dari Fort Bragg, Pangkalan Bersama Lewis-McChord, Fort Stewart, Fort Campbell, Fort Knox dan Fort Riley.

Dilansir dari VOa news Selasa(30/10),Jenderal O’Shaughnessy menyebutkan “Unit-unit yang biasanya ditugaskan bersenjata,mereka itulah yang sebenarnya dikerahkan dengan senjata.

Misi tersebut dilabeli “Operation Faithful Patriot”. Misi dipimpin langsung oleh pejabat Angkatan Darat AS, Letnan Jenderal Jeffrey S. Buchanan. Letjen AS ini Ketua Operaso di Puerto Rico pada tahun 2017 setelah Badai Maria yang menghancurkan.

Pengerahan ribuan tentara AS dimulai hari Selasa (30/10)waktu setempat. Angkatan Udara AS telah siap untuk mengangkut 400 agen Patroli Perbatasa sebagai tambahan ke perbatasan selatan negara tersebut.

Sebelumnya pada hari Senin, gelombang migran Amerika Latin telah menyeberang dari Guatemala ke Meksiko melalui Sungai Suchiate. Wilayah ini terletak di dekat titik paling selatan Meksiko. Video pergerakan ribuan migran juga telah menyebar di media sosial.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Donald Trump melalui Twitter mengeluarkan peringatan keras terhadap kedatangan para migran.Trump menulis “Anggota geng dan beberapa orang yang sangat jahat di kafilah. Ini adalah invasi negara kami dan militer kami sedang menunggu Anda,imbuh Trump.

Terkait pernyataan Trump ,co-founder dari Coalición de Derechos Humanos,Isabel Garcia, mengatakan penempatan pasukan AS di perbatasan merupakan pelanggaran terhadap Posse Comitatus Act.

Undang-undang tersebut disahkan pada 1878. Isi UU adalah melarang militer dikerahkan untuk tujuan penegakan hukum kecuali ketika disahkan oleh Kongres. Pernyataan tersebut Garcia ucapkan pada Sputnik pada Kamis (25/10)pekan lalu.