Basarnas Tidak Tentukan Batas Pencarian Korban Jatuhnya Lion Air

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (tengah)

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi mengatakan, pihaknya masih terus mencari korban insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10). Menurutnya, tidak ada batas waktu dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

“(Untuk proses evakuasi) tidak ada batas maksimal. Tapi sesuai SOP-nya batas pencarian 7 hari, setelah 7 hari dan masih memungkinkan ada korban di bawah ditambah 3 hari,” ujar Syaugi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (30/10).

Jika dalam waktu 10 hari kemungkinan masih ada korban yang dapat dievakuasi, pihaknya akan kembali menambah waktu pencarian. Karena yang terpenting bagi Basarnas ialah seluruh korban dapat ditemukan.

“Setelah 10 hari kita akan melakukan analisa. Kalau memang korban semua belum ditemukan kita tambah terus, seperti di Palu dan Lombok,” jelasnya.

Basarnas, sambung Syaugi, bertekad dikarenakan Basarnas ingin bekerja sepenuh hati demi masyarakat, khususnya keluarga korban.

“Ini saudara kita sendiri. Bangsa kita sendiri. Jadi tidak ada kata maksimal, makanya kita harus bekerja all out,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. Menurutnya, batas pencairan korban tergantung kondisi di lapangan.

“Itu (batas pencarian korban) tidak bisa dipastikan ya relatif, yang ditemukan seberapa besar, atau banyak yang diidentifikasi secara visual, yang bisa dikenali,” kata Setyo.