Pasca Komentar Positif Donald Trump, Bursa Asia Merangkak Naik

Foto The Star
Foto The Star

Washington,Sayangi,com- Presiden AS Donald Trump akhirnya menyatakan yakin bisa mencapai kesepakatan dagang yang “hebat” dengan Cina. Dilaporkan pasca statement Trump kebanyakan bursa di Asia menunjukkan kenaikan setelah itu, akan tetapi ancaman perang dagang tetap ada.

Orang no.1 AS Trump memperkirakan akan ada banyak transaksi dengan Cina dalam perdagangan. Dalam waktu bersamaan Trump juga memperingatkan, bahwa dia punya daftar tarif impor baru bernilai miliaran dolar untuk barang impor dari Cina.Tarif berlaku jika tidak tercapai kesepakatan bilateral

Dalam sebuah acara di Foxnews tv Trump berujar “Saya pikir kami akan membuat bisnis hebat dengan Cina, dan memang harus besar, karena mereka sudah menguras kita,” kata Trump dalam sebuah acara di TV Foxnews hari Senin (29/10).

Di acara ini, Presiden AS Trump juga mengatakan ia sudah siap membuat kesepakatan besar dengan Cina, namun Cina yang belum siap.Trump menyebut Saya punya (bisnis) 267 miliar dolar yang menunggu dan akan hilang jika kita tidak bisa membuat kesepakatan,” kata Trump.

Dilaporkan Bursa di Shanghai pulih dari kerugian saat perdagangan awal bursa, dan ditutup dengan kenaikan satu persen. Sentimen positif itu dikaitkan dengan pernyataan terbaru Trump serta angin segar politik keuangan dari Beijing. Para pialang saham dan pedagang menyambut keputusan otoritas Cina untuk mempermudah perusahaan melakukan pembelian kembali saham.

Dari jepang dilaporkan Bursa Tokyo ditutup 1,5 persen lebih tinggi, sementara bursa Sydney melonjak 1,3 persen dan bursa Seoul naik 0,9 persen. Trend serupa juga terlihat di Bursa Taipei, Jakarta dan Bangkok.

Namun masih ada kekhawatiran dampak perang dagang yang dipicu presiden AS Donald Trump masih tetap ada. “Orang-orang masih sangat tidak yakin tentang (perkembangan) sengketa perdagangan,” ujar Castor Pang, kepala penelitian di Core Pacific-Yamaichi International di Hongkong kepada kepada Bloomberg News.

Pang menambahkan “Ada kekhawatiran bahwa AS bisa menerapkan pajak lebih tinggi lagi pada komoditi impor Cina. Banyak yang berharap mungkin ada beberapa solusi selama pertemuan puncak G20┬ádi Buenos Aires, Argentina bulan November mendatang.

Saat ini nilai tukar mata uang Yuan mencapai level terendah selama 10 tahun. “Langkah Yuan sejalan dengan tingkat ketegangan perdagangan,” kata Ben Kwong, direktur eksekutif di KGI Asia. Dia memperkirakan, nilai tukar mata uang Cina itu akan tetap rendah.

Portal bisnis Bloomberg News melaporkan, Washington siap menerapkan tarif baru atas semua impor Cina awal Desember nanti. Hal tersebut jika perundingan antara Donald Trump dan Presuiden Cina Xi Jinping buntu.

Amerika Serikat sudah memberlakukan tarif impor terhadap sebagian barang-barang dari Cina senilai 250 miliar dolar AS. Tak mau diam Cina juga membalas langkah itu dengan mengenakan tarif impor terhadap sebagian produk AS senilai 110 miliar dolar.

sumber: Deutsche Welle