Presiden Jokowi Kembali Kunjungi Posko Evakuasi Lion Air

Presiden Jokowi kembali mengunjungi posko utama pencarian pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/11).

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi posko utama JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang menjadi salah satu tempat pencarian pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak dari Istana Kepresidenan Bogor langsung menuju posko yang terletak di Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

“Baru saja tadi saya menerima laporan secara detail dari Menhub, Kabasarnas, KNKT, BPPT, dan seluruh jajaran TNI, Polri, dari Panglima.
Pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran di Basarnas, TNI, Polri, Kemenhub, BPPT, KKP, Pertamina yang semuanya sebanyak 859 orang bekerja secara penuh pagi, siang, malam di lapangan, sekali lagi atas nama pemerintah dan masyarakat saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya,” katanya.

Presiden juga mengapresiasi kecepatan penemuan kotak hitam pesawat. “Dan atas kecepatan penemuan black box kemarin saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih,” katanya.

Ia pun memanggil personel yang berhasil menemukan kotak hitam tersebut untuk maju ke sisinya.

Mantan Gubernur DKI itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam serta tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 16.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung menuju salah satu tenda di posko tersebut yakni tenda milik Basarnas untuk mendapatkan penjelasan terkini perihal proses pencarian dan evakuasi korban pesawat Lion Air JT 610.

Kepala Negara saat di dalam tenda posko didampingi Menhub Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan sejumlah pejabat terkait.

Kepala Basarnas Muhammad Syaugi mengawali laporannya kepada Presiden kemudian dilanjutkan oleh Ketua KNKT Soerjanto.
Syaugi mengatakan sampai saat ini telah diturunkan sebanyak 859 personel dari berbagai instansi untuk membantu melakukan pencarian badan pesawat dan evakuasi korban.

“Personel yang dikerahkan dari Basarnas, TNI, Polri, KPLP, Bea Cukai, PMI, Bakamla, BPPT, dan KNKT,” katanya. Puluhan alat utama pun dikerahkan untuk melakukan proses pencarian tersebut.

Presiden pada kesempatan itu juga memberikan arahan kepada semua pihak yang terlibat. Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung, jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10) pagi.

Pesawat tersebut sempat hilang kontak selama 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Jakarta Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB. Beberapa saat kemudian pesawat dinyatakan hilang dan dilaporkan jatuh di sekitar Tanjung Karawang, Jawa Barat.