Ditengah Krisis Fiskal PM Pakistan Melawat China

Foto You Tube
Foto You Tube

Beijing,Sayangi.com- Perdana Menteri Baru Pakistan, Imran Khan, melawat Tiongkok di China selama empat hari. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke China sejak ia menjabat pertengahan Agustus lalu. Lawatan ini berlangsung saat pemerintah Pakistan bersusah payah mengatasi krisis finansial. Saat ini Pakistan tengah mencari bantuan ke negara-negara asing, sambil merundingkan dana talangan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Hari Jumat kemarin Khan bertemu dengan presiden China Xi Jinping, dan memberitahunya bahwa Pakistan sedang menghadapi situasi ekonomi yang sangat sulit. Xi maupun Khan tidak mengatakan apapun tentang kemungkinan bantuan untuk Pakistan di hadapan para awak media.

Dilansir dari VOA news Sabtu (3/11) pemimpin China itu hanya berbicara mengenai komitmennya bagi hubungan China-Pakistan. Xi hanya menyebut kemitraan China dan Pakistan bersifat strategis yang kuat dalam segala situasi.

Sebelumnya Pakistan telah berurusan dengan masalah dana talangan.Namun saat ini situasinya semakin kompleks kali ini karena negara itu menginginkan dana talangan 8 miliar dolar dari IMF.

Berkembang pertanyaan yang kian besar mengenai kemampuan Pakistan untuk mengembalikan pinjaman terkait rencana perdagangan dan infrastruktur besar-besaran China yang dikenal sebagai Prakarsa Sabuk dan Jalan.

Dalam pertemuan  tersebut Khan menyatakan keyakinan pada proyek prakarsa China.  Khan yakin dengan apa yang ia sebut visi presiden China mengenai konektivitas atau keterhubungan antarnegara.

Satu  dari sekian proyek prakarsa terbesar prakarsa terbesar adalah Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC). Proyek tersebut diperkirakan senilai 60 miliar dolar. Pada saat bersamaan Washington  menekankan bahwa IMF yang didukung Amerika tidak boleh memberikan Islamabad dana guna membayar pinjamannya ke China.

Partai PTI pimpinan Khan telah menyatakan bahwa proyek tersebut lebih banyak pada pembangunan infrakstruktur. Partai pimpinan Khan juga menyebut terlalu banyak proyek di negara bagian Punjab, India, dan terlalu banyak korupsi.

Evaluasi yang telah dilakukan oleh pemerintah baru Pakistan sejauh ini tidak menemukan mengenai penyelewengan. Khan telah melunakkan kritiknya, tetapi kunjungan ini mungkin akan memaksa Islamabad untuk memilih antara CPEC dan IMF.