Buntut Tragedi Lion Air, Pengamat Dorong Pembentukan Mahkamah dan Dewan Penerbangan

Diskusi bertajuk "Awan Hitam Penerbangan Kita" di Kawasan Cikini, jakarta Pusat, Sabtu (3/11). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Pemerintah didesak membuat mahkamah penerbangan untuk menindaklanjuti hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT). Hal itu disampaikan Pengamat penerbangan Chappy Hakim dalam diskusi bertajuk “Awan Hitam Penerbangan Kita” di Kawasan Cikini, jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Chappy menjelaskan, mahkamah penerbangan berperan sebagai pemberi sanksi profesi kepada pihak maskapai dalam sebuah insiden penerbangan. karena, hasil penyelidikan KNKT tidak bisa dibawa ke pengadilan.

“Hasil dalam KNKT itu sampai sekarang tidak atau belum ditindaklanjuti. Sebenarnya di dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 itu sudah ditekankan bahwa harus dibentuk namanya mahkamah penerbangan itu,” kata Chappy.

Tak hanya itu, Chappy juga menyarankan pemerintah membentuk dewan penerbangan. Dengan itu, diharapkan penerbangan Indonesia bisa lebih tertata dan kecelakaan pesawat bisa diminimalisir.

“Saya kira kita sudah harus membentuk mahkamah penerbangan dan kita harus membentuk yang namanya dewan penerbangan di tingkat nasional. Di tingkat strategis karena kita harus menangani penerbangan ini secara komprehensif dan secara integral, secara kesuluruhan,” tambahnya.

Menurut dia, dengan adanya kedua instansi tersebut, tugas Kementerian Perhubungan menjadi ringan. Karena menurutnya, penerbangan itu bukan hanya sipil dan komersial.

“Ada penerbangan yang menyangkut pada sistem keamanan dan negara, dimana itu tidak hanya ditangani oleh pihak kementerian, cukup banyak perkerjaan-pekerjaan yang lainnya. Jadi harus ada satu wadah,” demikian Chappy.