Ketua Parlemen Srilanka Tolak Rajapaksa Duduki Perdana Menteri

Presiden Srilanka Maithripala Sirisena. Foto Colombo Telegraph
Presiden Srilanka Maithripala Sirisena. Foto Colombo Telegraph

Kolombo,Sayangi.com- Ketua parlemen Sri Lanka mengatakan dia tidak dapat menerima Mahinda Rajapaksa,sebagai perdana menteri baru.Sebelumnya Mahinda Rajapaksa menjabat sebagai presiden dan penguasa bertangan besi.

Ketua Parlemen Srilanka Karu Jayasuriya mengatakan Rajapaksa perlu membuktikan bahwa dia mendapat dukungan mayoritas di parlemen.

Lewat sebuah pernyataan Jayasuriya menyebut Mayoritas anggota parlemen berpandangan bahwa perubahan yang dilakukan di tubuh parlemen tidak konstitusional dan bertentangan dengan tradisi.

“Oleh karena itu, saya diminta oleh mayoritas anggota parlemen untuk menerima posisi sebagaimana sebelum perubahan ini. Sampai ada kelompok baru yang menunjukkan mayoritas. Saya harus menerima status quo sebelum adanya perubahan,”ujarnya.

Dikutip dari VOA news Selasa (6/11), pada  bulan lalu,Presiden Maithripala Sirisena memecat Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe dan seluruh kabinetnya. Kemudian ia menunjuk perdana menteri Rajapaksa. Lantas keesokan harinya, Sirisena membekukan parlemen hingga 16 November.

Namun Keputusan tersebut terganjal dan tunduk pada tekanan internasional. Kamis (1/11) Sirisena memutuskan untuk menyelesaikan krisis politik, ia mengubahnya menjadi 5 November.

Para analis percaya kebijakan Sirisena membekukan parlemen sebagai strategi mencari dukungan. Pembekuan tersebut untuk memberikan waktu kepada Rajapaksa guna memperoleh dukungan yang cukup agar pemerintahan bisa bertahan tanpa adanya mosi tidak percaya.

Sirisena mengatakan dia memecat Wickremesinghe setelah seorang informan melaporkan kepada polisi bahwa seorang menteri kabinet menjadi bagian dari komplotan untuk membunuhnya. Akan tetapi Sirisena tidak mengungkapkan siapa nama menteri yang mau menghabisinya.