Face Book dan Instagram Telah Blokir 115 Akun Hoaks

Marc Zuckerberg CEO Facebook. Foto CNBC
Marc Zuckerberg CEO Facebook. Foto CNBC

California,Sayangi.com- Menyatakan telah memblokir 30 akun dalam platformnya dan 85 akun lain pada jejaring sosial Instagram. Hal itu menyusul laporan pihak kepolisian terkait dengan entitas asing yang disinyalir hendak mencampuri pemilihan umum (pemilu) paruh waktu atau sela di Amerika Serikat (AS).

Pengumuman pemblokiran terhadap 115 akun dilakukan tak lama setelah penegak hukum dan beberapa badan intelijen AS mengingatkan perlunya meningkatkan kewaspadaan.

Kewaspadaan khususnya ditujukan terhadap Rusia terkait dengan penyebaran berita palsu. Adapun penyelenggaran pemilu sela AS telah berlangsung Selasa (6/11/2018).

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pekan lalu, diketahui peredaran informasi dan berita palsu di jejaring sosial meningkat tajam menjelang pemilu presiden AS pada 2016.

Terkait Pemilu AS,Rusia dituduh melakukan manipulasi melalui kampanye propaganda berskala besar yang mendukung Donald Trump hingga akhirnya menjadi Presiden AS.

Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, melalui pernyataan yang diunggah dalam blog menuliskan,Pada Minggu malam, penegak hukum AS menghubungi kami. Mereka melaporkan mengenai temuan aktivitas daring baru-baru ini yang mungkin terkait dengan entitas asing.

Kami segera memblokir sejumlah akun dan tengah menginvestigasi lebih detail. Proses investigasi sejauh ini berhasil mengidentifikasi 30 akun Facebook dan 85 akun Instagram yang diduga terlibat dalam aktivitas mencurigakan terkoordinasi,ujarnya.

Gleicher menambahkan, sejumlah laman Facebook mencurigakan tersebut berbahasa Prancis dan Rusia.Namun akun Instagram yang masuk daftar identifikasi, mayoritas menggunakan bahasa Inggris dengan atensi utama pada selebritas dunia dan perdebatan politik.

Biasanya kami akan menganalisis lebih jauh sebelum mengumumkan secara terbuka. Namun, mengingat hal ini sudah satu hari menjelang pemilu penting di AS. Kami ingin memberi tahu publik tentang langkah yang kami ambil berikut beberapa fakta yang baru kami ketahui,pungkas Gleichier.

sumber: AFP