Langkah Yusril Menguntungkan Jokowi, Tapi Tak Terlalu Pengaruhi Elektabilitas

Ade Reza Haryadi. (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Meskipun bergabungnya Yusril menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menguntungkan pasangan nomor urut 01 itu, tetapi untuk mendongkrak elektabilitas, hal itu dirasa tidak terlalu signifikan.

Begitu dikatakan Pengamat Politik Ade Reza Haryadi ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

“Saya kira akan  menguntungkan Pak Jokowi. Tetapi untuk mendongkrak elektabilitas, saya kira tidak terlalu,” kata Reza.

Menurut Reza, kebersediaan Yusril menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf hanya akan membangun pencitraan positif bahwa pasangan itu mulai dilirik dan mendapat apresiasi dari tokoh politik Islam.

“Saya kira ini akan cukup bermanfaat bagi Jokowi,” tambahnya.

Tapi bagi PBB sendiri, dimana Yusril meruoakan Ketua Umumnya, Reza melihat justru tidak ada manfaatnya. Bahkan menjadi disinsentif bagai partai itu.

“Kenapa? Karena suasana kebatinan konstituen PBB saya kira tone-nya tidak sama dengan suasana kebatinan di kelompoknya Pak Jokowi. Sementara PBB harus mengajar parliamentary trheshold 4 persen,” ungkap Reza.

Karenanya, lanjut Reza, sulit mengharapkan efek ekor jas atau coat tail effect dari langkah profesional Yusril yang bersedia sebagai pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin bagi PBB.

Bahkan dia menduga, langkah Yusril tersebut justru bisa mengacaukan suara di bawah.

“Saya duga demikian. Saya duga suasana kebatinan konstituen PBB yang mayoritas Islam dengan suasana kebatinan di kelompoknya Pak Jokowi tidak sama. Apalagi Pak Yusril dikenal sebagai salah satu pengacara yang cukup gigih membela HTI. Jadi, ini justru menjadi disinsentif bagi PBB yang akan semakin sulit menurut dugaan saya meraih parliamentary threshold sebesar 4 persen,” tandasnya.