Sempat Disembunyikan di Hutan, BNN Amankan 38 Sabu dan Tiga Tersangka di Aceh

Barang bukti narkoba yang disembunyikan di hutan.

Jakarta, Sayangi.com – Tim gabungan dari BNN, Bea Cukai dan TNI Angkatan Laut mengamankan tiga pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Ketiga tersangka bernama Fauzi, Nurdin dan Apali berhasil diamankan di Dusun Tualang, Peurlak, Aceh Timur, pada Kamis (8/11) pagi.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, ketiga pelaku memesan narkoba dari Penang, Malaysia atas perintah Burhanudin. Burhanudin sendiri merupakan pemasok narkoba ke anggota DPRD Langkat, Ibrahim alias Hongkong, yang tewas ditembak pada Rabu (7/11).

“Menurut keterangan kedua tersangka, narkoba dibawa dari Penang, Malaysia dengan kapal penangkap ikan atas suruhan almarhum Burhanudin, sebagai pemilik barang,” ujar Arman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Disampaikan Arman, para pelaku mencoba mengelabui petugas dengan cara menyembunyikan narkoba di tumpukan rumput dan daun. Sehingga jika tidak dilihat dengan teliti, narkoba tersebut tidak dapat ditemukan.

“Narkoba berhasil ditemukan setelah sempat disembunyikan di hutan dan semak-semak dan ditutupi daun-dau. Jumlah yang disita, dua karung berisi 38 Kg sabu dan 15.000 butir ekstasi,” katanya.

Untuk saat ini, sambung Arman, para tersangka dan barang bukti masih diperiksa tim dari BNN. Sehingga bila ada informasi dari para tersangka, petugas bisa langsung mengembangkannya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi, bernama Burhanudin. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, karena mencoba melawan saat akan diamankan.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, Burhanudin dilumpuhkan di wilayah Gempong Pintu, Aceh Besar, pada Rabu (7/11). Tersangka sendiri masuk dalam DPO pihak BNN, setelah diketahui sebagai pemasok narkoba kepada Ibrahim alias Hongkong.

“Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim alias Hongkong, yang ditangkap BNN pada bulan Agustus di Pangkalan Susu, Sumut. Surat DPO atas nama Burhanudin dikeluarkan oleh BNN dengan nomor DPO/05-P2/VIII/2018/BNN tanggal 24 Agustus 2018,” ujar Arman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).