Turki Menduga Jasad Khashoggi Telah Dibuang Ke Selokan

Jamal Khashoggi kolumis Washington Post yang dibunuh di konsulat Arab Saudi-Istanbul.-Foto-Google

Ankara,Sayangi.com– Koran Turki Daily Sabah menuliskan jasad Jamal Khashoggi disebut tidak akan bisa ditemukan selamanya. Berdasar sumber informasi rahasia, Sabtu (10/11) Jasad Jamal Khashoggi diduga dimusnahkan dengan dilarutkan cairan asam. Kemudian  cairan asam dibuang dibuang di selokan Konsulat Arab Saudi, Istanbul.

Penyelidik sebelumnya telah menemukan residu cairan asam ketika memeriksa selokan di Konsulat Saudi. Hal ini menguatkan dugaan penyidik kalau jasad Khashoggi telah dimusnahkan dengan cara dilarutkan asam.

Setelah itu cairan tersebut dituangkan begitu saja ke selokan yang mengalir. Hipotesis ini sejalan dengan laporan pejabat Turki sebelumnya soal kedatangan ahli kimia dan racun dari Saudi.

Kepada Daily Sabah, pejabat Turki mengatakan, pekan lalu Saudi mengirim tim yang beranggotakan ahli kimia Ahmad Abdulaziz al-Janobi dan ahli racun Khaled Yahya al-Zahrani untuk menyelidiki pembunuhan tersebut.

Koran harian Turki itu menuliskan, dua ahli ini mendatangi Konsulat setiap hari antara 11-17 Oktober. Otoritas Saudi baru memperbolehkan polisi Turki masuk ke Konsulat pada 15 Oktober.

Kematian Khashoggi pada 2 Oktober di Konsulat Saudi masih jadi misteri besar hingga kini. Kerajaan Saudi berulang kali mengubah keterangan soal Khashoggi hingga akhirnya jurnalis pengkritik kerajaan itu diakui dibunuh dengan terencana.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding pejabat tinggi Saudi terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Namun Erdogan menyebut yang jelas bukan Raja Salman. Tudingan lantas mengarah kepada Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Hatice Cengiz Tunangan Khashoggi di akun Twitternya menuliskan kepedihannya mendengar laporan jasad kekasihnya tidak akan bisa ditemukan dan dimakamkan dengan layak.

“Saya tidak mampu menggambarkan kepedihan saya mendengar soal pemusnahan jasadmu Jamal! Mereka membunuhmu dan memutilasi tubuhmu, membuat saya dan keluargamu tidak mampu menyalatkanmu dan menguburkanmu di Madinah seperti permintaanmu,” kata Cengiz di akun Twitternya.

“Apakah pembunuhmu dan otaknya itu manusia?” tulis Hatice Cengiz di Twitternya.

sumber: AFP