Klarifikasi Laporan Dugaan Penistaan Agama, Grace Natalie Penuhi Panggilan Polisi

Grace Natalie mendatangi Polda Metro Jaya mengklarifikasi soal dugaan penistaan agama yang dilaporkan oleh PPMI pimpinan Eggy Sudjana. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (22/11). Kedatangan Grace guna dimintai keterangan dan klarifikasi, terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan Sekjen Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair, Jumat (16/11).

Sebelumnya, laporan ini dilayangkan PPMI ke Bareskrim Polri. Namun oleh Bareskrim, laporan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Menurut Grace, kedatangannya untuk menjelaskan apa maksud perkataannya yang menjadi sebab laporan tersebut. Ia mengaku siap menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh penyidik.

“Kita siap untuk mengikuti prosesnya dan kami percaya pada sistem hukum yang ada di Indonesia. Kami akan memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya hari ini,” ujar Grace.

Menurut Grace, pernyataannya yang tidak mendukung Perda yang berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Perda Injil sudah tepat. Ia berpandangan, Perda semacam itu hanya memperuncing perbedaan dan melahirkan intoleransi.

“Buat kami ini adalah peneguhan dan penegasan kembali akan komitmen dan nilai-nilai yang kami anut sebagai partai politik. Kami percaya pemilih-pemilih PSI adalah orang-orang yang akan menghargai perjuangan kami,” katanya.

Seperti diketahui, Grace dilaporkan karena mengatakan PSI tidak akan mendukung Perda yang berlandaskan agama tertentu. Dengan sikap tersebut, PSI yakin akan mencegah lahirnya Perda yang tidak berkeadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini.

Pernyataan itu disampaikan Grace saat menghadiri peringatan ulang tahun keempat partai yang dipimpinnya di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (11/11) lalu.