Dituduh Cemarkan Nama Baik MA, Kuasa Hukum Jubir KY: Ini Bukan Pidana

Jakarta, Sayangi.com – Juru Bicara Komisi Yudisial Farid Wajdi yang didampingi sejumlah kuasa hukumnya memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (28/11). Farid diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik atas laporan 64 hakim Mahkamah Agung (MA).

Kuasa hukum Farid Wajdi, Mahmud Irsyad Lubis mengatakan, sebagai warga negara yang baik, kliennya memenuhi panggilan polisi. Mengenai apa yang akan disampaikannya ke penyidik, Mahmud belum mau merincinya.

“Pada hari ini kita hadir menghadiri panggilan pihak kepolisian sebagai panggilan kedua. Nanti materinya akan kami selesaikan di dalam,” ujar Mahmud di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/11).

Menurut Mahmud, permasalahan yang dihadapi kliennya seharusnya masuk ke ranah sengketa pers, bukan pidana. Pasalnya, apa yang dilaporkan para hakim MA berdasarkan keterangan Farid di media massa.

“Tapi itu pandangan kami, pandangan penyidik berbeda. Biar kami satukan pandangan kami dan pandangan penyidik biar kami merangkum sebenarnya,” katanya.

Seperti diketahui, Farid dilaporkan atas pernyataannya di media cetak nasional bertajuk “Hakim di Daerah Keluhkan Iuran”. Pernyataan tersebut terlontar lantaran para hakim mempermasalahkan besaran iuran turnamen tenis Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP) yang digelar MA.

Dalam hal ini, pihak Farid juga menyatakan telah mengajukan permohonan kepada Dewan Pers untuk menilai pemberitaan tersebut. Dewan Pers menerangkan bahwa Farid terbukti sebagai narasumber yang menjalankan tugas sebagai Juru Bicara KY.

Selain itu, Dewan Pers juga mendorong pihak yang dirugikan terhadap pemberitaan untuk menggunakan hak jawab atau hak koreksi sesuai UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Farid dilaporkan dengan surat polisi nomor LP/4965/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum pada Senin (17/9). Pihak kepolisian menyatakan kasus ini sudah masuk tahap penyidikan.