Ukraina Berlakukan Darurat Militer, Laki-Laki Rusia Dilarang Masuk

Foto Livermint
Foto Livermint

Keiv,Sayangi.com- Darurat militer di Ukraina diterapkan diseluruh otoritasnya termasuk Donetsk yang berbatasan dengan Rusia. Di wilayah inilah dilaporkan pemberontak dukungan Rusia mengangkat senjata melawan tentara pemerintah Ukraina.

Darurat Militer kali ini pemerintah Ukraina memberlakukan melarang laki-laki Rusia untuk memasuki negara tersebut. Namun untuk kepentingan “kemanusiaan” seperti jika menghadiri pemakaman ada pengecualian.

Kebijakan pelarangan masuknya laki-laki Rusia ke Ukraina diterapkan setelah Rusia menahan tiga kapal dan 24 awak Ukraina di Laut Hitam, hari Minggu (25/11).Peraturan tersebut diterapkan setelah Presiden Petro Poroshenko bertemu dengan para pejabat keamanan senior Ukraina di ibu kota Kiev, hari Jumat (30/11).

Presiden Poroshenko, melalui Twitter, mengatakan larangan dimaksudkan untuk mencegah pembentukan apa yang ia sebut “tentara swasta” di Ukraina.

Istilah tersebut mengacu ke unit-unit separatis yang didukung Rusia. Gerakan separatis dibentuk pada April 2014 di kawasan timur Ukraina. Gerakan ini mengangkat senjata melawan tentara pemerintah Ukraina di wilayah timur. Kepala badan layanan perbatasan, Petro Tsygykal, mengatakan anggota separatis berusia berusia 16 hingga 60 tahun.

Presiden Poroshenko juga mengatakan akan ada pengetatan pendaftaran bagi warga Rusia yang berada di wilayah-wilayah darurat militer.

Pada hari Selasa (27/11), Presiden Poroshenko memperingatkan ancaman “perang terbuka” dengan Rusia. Poroshenko menyebutkan “jumlah tank-tank Rusia di sejumlah pangkalan di sepanjang perbatasannya, meningkat tiga kali lipat.

Darurat militer diterapkan di sepuluh kawasan wilayah Ukraina. Dan kebijakan tersebut diterapkan, sebagian besar yang berbatasan dengan Rusia. Darurat Militer akan diberlakukan hingga 26 Desember.

Wartawan BBC di Kiev, Jonah Fisher, mengatakan pelarangan ini bisa berdampak besar terhadap perjalanan lintas perbatasan antara kedua negara. Wilyah ini umumnya akan ramai pada musim libur akhir tahun. Dan keputusan tersebut dan mungkin akan dibalas dengan aksi serupa oleh Moskow. Sejauh ini belum ada respons serupa dari pemerintah Rusia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow “tidak berencana menerapkan pelarangan. Zakharova mengatakan jika hal serupa diterapkan Rusia,maka persoalannya menjadi makin tak terjendali”.

Dikutip BBC Kamis (1/12) darurat militer diterapkan di sepuluh kawasan wilayah Ukraina. Dan kebijakan tersebut diterapkan, sebagian besar yang berbatasan dengan Rusia. Darurat Militer akan diberlakukan hingga 26 Desember.

Pemerintah di Kiev mengatakan bahwa tindakan Rusia “tidak sesuai dengan hukum internasional”. Sementara Rusia menklaim kapal-kapal Ukraina “telah memasuki wilayah mereka”. Penangkapan kapal adalah insiden paling serius di antara kedua negara, sejak Rusia mencaplok kawasan di semenanjung Ukraina pada Maret 2014.