Prancis Bergolak 81 Orang Rompi Yellow Ditangkap Keamanan

Bentrokan terjadi antara rompi kuning dan pasukan keamanan Prancis di Champs Elysees Paris. Foto AFP
Bentrokan terjadi antara rompi kuning dan pasukan keamanan Prancis di Champs Elysees Paris. Foto AFP

Paris, Sayangi.com- Keributan pecah saat polisi mencoba menghadang demonstran berompi kuning di Champs Elysees Paris. Bentrokan terjadi saat emontran yang berusaha menembus pengamanan terjadi pada Sabtu (1/12/2018) waktu setempat. Dalam insisden ini 81 perusuh ditangkap petugas dalam bentrok yang terjadi.

Para perusuh mengamuk di pusat kota Paris, membakar mobil dan bangunan, menjarah toko, menghancurkan jendela dan bentrok dengan polisi. Pergolakan ini merupakan yang terburuk dalam lebih dari satu dekade. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi kepresidenan Emmanuel Macron yang baru berusia 18 bulan.

Dilansir dari Reuters Senin (12/3) pihak berwenang tidak menduga meningkatnya aksi kekerasan setelah dua minggu protes nasional terhadap pemberlakuan pajak bahan bakar dan kenaikan biaya hidup. Aksi itu dikenal sebagai gerakan “rompi kuning”

Saat kerusuhan berlangsung, Presiden Macron sedang berada di Argentina untuk mengikuti KTT G20. Namun dengan sigap, Macron sudah memanggil para menterinya untuk membahas krisis. Macron telah meninggalkan Argentina pada Minggu (1/12/2018) waktu setempat.

Akibat kerusuhan ini Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe membatalkan lawatan Polandia. Ia menyebutkan “Saya tidak pernah melihat (kekacauan) yang seperti itu. Prancis akan mempertimbangkan memberlakukan keadaan darurat untuk mencegah terulangnya kerusuhan sipil tersebut.