Laporkan Kasus Pelecehan Ke Polisi Korban Dibakar Oleh Dua Pelaku

Foto New York Time
Foto New York Time

India, Sayangi.com-Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan di India kembali terjadi. Kali ini seorang perempuan India berusia 20 tahun menderita luka bakar setelah dua orang lelaki yang ia laporkan atas tuduhan pelecehan mencoba membakarnya.

Otoritas setempat dan keluarga menuturkan peristiwa nahas ini terjadi dua hari setelah korban melaporkan kasus pelecehan yang ia alami ke polisi.

Dilansir dari Reuters pada Selasa (4/12/2018).Vinod Kumar, saudara lelaki korban menuturkan kepada media ini bahwa peristiwa bermula saat korban berada di lapangan yang berada di dekat kediamannya. Lapangan ini  berada di wilayah  Sitapur, Uttar Pradesh.

Dua lelaki yang merupakan tetangga korban mencoba mendekatinya dan memaksa untuk membawanya. Namun korban memberontak dan berhasil lepas dari paksaan para pelaku. Ayah korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian setempat pada hari yang sama.

Kendati sudah membuat laporan, namun tidak  ada tindakan nyata dari kepolisian. Tak diindahkan di laporan pertama, pihak keluarga pun membuat laporan kedua. Kami menunggu polisi untuk datang dan melalukan pemeriksaan namun tak seorang pun datang,” kata Vinod.

Sementara itu Inspektur polisi daerah Prabhakar Chaudhary kepada Reuters menyebutkan usai membuat laporan kedua, keesokan harinya dua lelaki tersebut kmenyatroni lapangan tempat korban bekerja.

Kedua pelaku tersebut menyiramkan minyak tanah dan menyulut api ke arah korban. Saat ini Korban dirawat di rumah sakit dengan luka bakar mencapai 40% di tubuhnya. Chaudary juga mengatakan bahwa pelaku telah diamankan. Chaudary juga menuturkan tiga orang polisi mendapatkan skors karena dianggap lalai menjalankan tugas.

Aktivis hak asasi manusia menyebut perempuan India harus berjuang untuk menuntut kasus pelecehan seksual. Hal ini lantaran perbedaan pandangan di penegak hukum. Setelah kasus pemerkosaan keji sekelompok orang terhadap perempuan muda pada 2012, pemerintah India mengeluarkan proses peradilan kilat.

Pemerintah India juga melengkapi hal itu  dengan membuat undang-undang perkosaan yang lebih tegas. UU tersebut memasukkan hukuman mati kepada pelaku. Kendati demikian, statistik kriminal mengindikasikan bahwa kasus pelecehan seksual justru meningkat sejak pemeberlakuan aturan tersebut.

Berdasarkan Statistik menunjukan bahwa meskipun sebuah kasus dilaporkan dan terdaftar, sepertiga kasus antara tahun 2012 sampai 2016 masih belum selesai. Kelompok aktivis hak menyebut kepolisian India mendapat tekanan politisi untuk mengabaikan laporan tersebut. Sejumlah kasus pelecehan bahkan menguap karena kepolisian tidak ada keperpihakan terhadap kasus pelecehan seksual.