Kasus Dugaan Penganiayaan Herman Heri, Polisi Hadirkan Saksi Ahli Pidana

    Pakar Hukum Pidana Chairul Huda. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

    Jakarta, Sayangi.com – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memanggil Chairul Huda sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan anggota DPR RI, Herman Hery. Ahli hukum pidana ini dipanggil untuk menjelaskan unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 170 KUHP.

    “Pengertian unsur-unsur dalam Pasal 170 KUHP. Pasal 170 KUHP itu kan, dikenal masyarakat dengan pasal pengeroyokan, seperti apa syarat-syarat dan unsur-unsurnya itu yang jelaskan,” ujar Chairul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/12).

    Lalu, lanjut Chairul, penyidik juga memaparkan mengenai ilustrasi peristiwa tersebut. Selain itu penyidik menanyakan, apakah peristiwa itu apakah masuk atau tidak dalam pasal pengeroyokan.

    Mengenai kemungkinan apakah Herman Heri jadi tersangka dalam kasus ini, Chairul belum bisa menebak. Pasalnya, penyidik harus melakukan gelar perkara, sebelum memutuskan status tersangka.

    “Tapi apakah yang bersangkutan dengan ini akan ditersangkakan atau bagaimana, nanti akan digelar perkara dulu,” jelasnya.

    Setelah dilakukan gelar perkara, sambung Chairul, nanti baru ketahuan apakah Herman Heri dapat dijadikan tersangka atau tidak. Namun sebelum itu, penyidik juga harus mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti.

    “Salah satu bukti itu keterangan ahli, jadi keterangan saya itu adalah sebagai bukti ya. Apakah kemudian peristiwa itu masuk kategori, tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal170 KUHP atau tidak,” jelasnya.

    Lebih jauh Chairul mengakui, bahwa penyidik sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini. Pasalnya, selain memanggil saksi dari pihak Ronny Yuniarto Kosasih, penyidik juga meminta keterangan dari pihak Herman Hery.

    “Jadi tentu orang dari terlapor atau jadi tersangka ya berhak untuk menentukan alibinya. Tapi bukan halangan penyidik untuk menyimpulkan, apakah peristiwa pidana tersebut sudah ada,” katanya.

    Menurut Chairul, proses pemanggilan Herman Hery berbeda dengan pemanggilan terlapor lainnya. Karena statusnya yang sebagai wakil rakyat, ada proses administrasi khusus sebelum dia dipanggil.

    “Tapi saksi-saksi dari beliau itu juga banyak yang sudah diperiksa, ya ada beberapa saksi,” katanya.

    Saat dikonfirmasi, kuasa hukum Ronny, Yanuar Bagus Sasmito membenarkan ada kehadiran saksi ahli hari ini. Menurutnya, kehadiran saksi ahli ini merupakan bagian dari proses penyidikan.

    “Berkaitan dengan kasus dugaan pengeroyokan oleh HH selaku anggota Komisi III DPR RI. Perkara ini tetap berjalan terus sesuai proses hukum. Intinya kita minta keadilan, karena sebagai rakyat biasa kita juga butuh keadilan. Kami akan tuntaskan sampai proses hukum berakhir,” paparnya.

    Seperti diketahui, Ronny Kosasih Yuniarto melaporkan penganiayaan terhadapnya dan istrinya, Iris Ayuningtyas, yang diduga dilakukan Herman Hery ke polisi. Pengeroyokan yang pelakunya mengendarai Rolls-Royce B 88 NTT itu terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, 10 Juni 2018 silam.