Lengkap, Polisi Tangkap Lima Tersangka Pengeroyok TNI di Ciracas, Begini Kronologisnya

Polisi memperlihatkan lima tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan anggota TNI AL yang terjadi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polisi telah mengamankan lima tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan anggota TNI Angkatan Laut. Kejadian pengeroyokan ini terjadi di depan sebuah toko di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam kasus tersebut polisi akhirnya menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah AP, HP, D, serta sepasang suami istri berinisial IH dan SR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, setelah menetapkan tersangka, polisi langsung bergerak. Hasilnya polisi menangkap AP di rumahnya di kawasan Ciracas, Rabu (12/12).

Masih di hari yang sama, polisi juga menangkap HP di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Kemudian pada Kamis (13/12), polisi menangkap tersangka yang merupakan sepasang suami istri berinisial IH dan SR di Depok, Jawa Barat.

“Pukul 21.00 WIB semalam kita tangkap tersangka D di Cawang, Jakarta Timur. D ini sempat kabur ke rumah orang tuanya di Sukabumi, lalu D balik lagi ke Jakarta. Dia sering nongkrong di kawasan Cawang, sehingga penyidik menangkapnya di Cawang,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/12).

Kejadian pengeroyokan bermula saat Kapten Komarudin berhenti di depan sebuah toko bersama putranya. Lalu sang putra mengatakan, bahwa knalpot motor ayahnya mengeluarkan asap hitam.

Lalu, kata Argo, tersangka HP yang juga seorang tukang parkir di wilayah tersebut menggeser sepeda motor, dan mengenai Komarudin. Tidak terima, akhirnya kedua orang ini terlibat adu mulut.

“Teman-temannya HP ini melihat dan dia mau membantu disitu. Saat terjadi cekcok, muncul Pratu Rivo yang ingin melerai, tapi dia kena pukulan dan didorong juga,” jelasnya.

Saat pengeroyokan, sambung Argo, tersangka HP memegang tangan dari belakang, sehingga tersangka lain leluasa memukul korban. Sementara tersangka AP bertugas mendorong korban bagian dadanya, serta tersangka D menarik korban sekaligus untuk menahan dan memukul korban kedua, Pratu Rivo.

“Lalu tersangka IH sama, dia melakukan pemukulan. Saat dilerai itu dia memukul dan mendorong korban, lalu SR yang seorang perempuan ini juga sama, memukul korban,” jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti dari kelima tersangka. Salah satu barang bukti yang disita ialah baju, yang digunakan para tersangka saat mengeroyok korban.

“Barbuk selain baju dan ada ponsel, kita akan gali apakah ada yang lain-lain. Itu teknis penydikan yang tak bisa kita sampaikan,” katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum, dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Jika mengacu pada dua pasal itu, mereka terancam hukuman pidana penjara dua hingga lima tahun.