Kapolri: Sebulan Terakhir Polri Amankan 21 Terduga Teroris dari Sumatera, Jawa dan Sulawesi

Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian. (Foto: Syangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polri terus mempersiapkan pengamanan jelang Natal dan tahun baru 2019. Sejumlah tempat peribadatan umat Kristiani jadi fokus perhatian Polri, mengingat perayaan Natal yang semakin dekat.

Kapolri Jenderal Pol Muhammad Tito Karnavian mengatakan, jelang Natal tahun ini Polri masih fokus mengantisipasi ancaman terorisme. Hal ini bercermin pada kejadian aksi teror saat malam Natal tahun 2000 silam, dan penyerangan sejumlah Gereja pada bulan Mei tahun ini.

“Kita sudah lakukan langkah-langkah, penangkapan (terduga teroris) ada sekitar 370 an. Satu bulan ini bahkan 21 orang sudah kita tangkap dan proses hukum,” ujar Tito di Mabes Polri, Rabu (19/12).

Kendati tidak berkaitan langsung dengan ancaman saat Natal, namun kata Tito, Polri wajib meyakinkan masyarakat bahwa tidak akan ada serangan teror. Saat ini Polri juga masih bergerak untuk mendeteksi dan memonitoring kemungkinan ancaman terorisme.

“Kita melakukan pengamanan dengan melibatkan Polri, TNI, pemuda Gereja maupun Ormas. Ada Banser, Anshor juga yang membantu, yang lain mau bantu silakan,” katanya.

Sebanyak 21 orang terduga teroris yang ditangkap dalam sebulan ini, sambung Tito, berasal dari sejumlah daerah yang berbeda. Mereka ada yang berasal dari wilayah Sumatera, Sulawesi hingga Jawa.

“Ada di Sumatera bagian utara ada enam orang, Sulteng ada empat, Jabar ada tiga, Sulsel tiga orang, DI Yogyakarta ada dua, Jambi ada satu, ada juga kembali dari Suriah ada dua, kita sebut returning.  Itu jadi total ada 21 orang, tapi kita monitoring terus menerus, JAD ada,” paparnya.

Selain masalah terorisme, lanjut Tito, Polri juga memfokuskan pada pemberantasan tindak kejahatan konvensional, seperti jambret dan premanisme. Oleh karenanya, Polri akan menempatkan anggotanya di sejumlah pusat keramaian seperti Bandara, stasiun kereta api dan terminal.

“Saya sudah perintahkan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres laksanakan, bersihkan, sehingga masyarakat nyaman masuk tempat publik,” tegasnya.