Ini Dia Pandangan Mahasiswa Soal “Indonesia dan Jokowi”

Seminar Nasional dengan Tema "Indonesia dan Jokowi, Apa Kata Mahasiswa" di Jakarta, Kamis (20/12).

Jakarta, Sayangi.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) DKI Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Tema “Indonesia dan Jokowi, Apa Kata Mahasiswa” di Jakarta, Kamis (20/12).

Hadir sebagai narasumber antara lain Beni Pramula (Presiden Pemuda Asia-Afrika), R. Saddam Al-Jihad (Ketua Umum PB HMI), Khusnul Jamilah (Aktivis Mahasiswa), Nezar Patria (Aktivis Reformasi), dan Eko Sulistyo (KSP).

Beni Pramula mengatakan, Jokowi memerlukan satu periode lagi guna melengkapi keberhasilan yang telah dikerjakannya. Dia mencatat beberapa hal di antara keberhasilan Jokowi yang signifikan dan menonjol adalah di bidang infrastruktur dan penguatan hak-hak warga atas tanah serta dibidang ekonomi

Pada bidang ekonomi, Beni mengapresiasi langkah cepat Jokowi dalam merespons sesuatu sehingga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri relatif baik.

“Pembangunan infrastruktur di berbagai daerah yang terus digencarkan bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” kata Beni, yang juga merupakan Ketum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Periode 2014-2016.

Kendati terdapat kekurangan seperti terdepresiasinya rupiah, Beni menyebut hal itu lebih kepada pengaruh ekonomi global yang berada di luar kuasa pemerintah untuk mengaturnya.

“Jadi secara kuantitatif obyektif kondisi pemerintahan Jokowi lebih baik dibanding sebelumnya,” klaim dia. Bahkan, kata dia, Jokowi berhasil merebut kembali PT Freeport ke tangan Indonesia yang tidak berhasil dilakukan pemimpin sebelumnya.

Keberhasilan tersebut juga dapat dilihat dari gencarnya pembangunan di daerah yang berjalan, sehingga berdampak pada kenaikan peringkat investasi di Indonesia. Juga, meningkatnya modal yang masuk, tingkat kepercayaan di masyarakat ikut mengalami kenaikan.

Beni menjelaskan, perjalanan empat tahun Jokowi dalam program Nawacita I, mantan wali kota Solo itu ingin memanusiakan manusia. Hal itu telah diwujudkan dengan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat

“Misalkan, dengan beberapa program sosial kemasyarakatan seperti BPJS, Kartu Indonesia Pintar dan beberapa program lainnya. Jadi pertanggungjawaban Jokowi kepada rakyat itu sudah terjawab,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum PB Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) R. Saddam Al-Jihad mengatakan tidak bisa kita mengukur keberhasilan dan kegagalan suatu pemerintahan dalam waktu 4 tahun. Karena proses pembangunan selalu berkesinambungan. Mahasiswa tetap harus kritis jika langkah Pemerintah tidak sesuai dengan Amanat Pancasila dan UUD 1945.

Narasumber lainnya, Khusnul Jamilah mengatakan pembangunan infrastruktur dan keberhasilan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam menerapkan satu harga BBM yang selama ini belum diterapkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Aktivis Reformasi Nezar Patria lebih lebih menyoroti bagaimana kesabaran Joko Widodo dalam menjalankan pemerintahan dengan program nyata bagi rakyat.

“Jokowi bisa menahan diri dalam menghadapi tantangan dan hambatan dalam menghadapi ancaman yang ada. Semua demi kemajuan Pembangunan Indonesia,” tandasnya.

Eko Sulistyo, dari Kantor Staf Presiden mengatakan mahasiswa tetap kritis sesuai dengan koridor yang ada.

“Daya kritis mahasiswa diperlukan Pemerintah untuk menjadi evaluasi jika ada Kebijakan yang tidak pro rakyat,” kata Eko.