Pengusaha Iran Dijatuhi Hukuman Mati

Foto BBC
Foto BBC

Teheran, Sayangi.com- Otoritas Iran menjatuhkan hukum an mati kepada seorang pengusaha­. Vonis itu dibacakan pada Sabtu (22/12) di sebuah pengadilan khusus yang dibentuk untuk memerangi­ kejahatan ekonomi.

Kabar tentang vonis mati tersebut disiarkan televisi negara. Menurut laporan televisi Iran, hal itu dilakukan setelah muncul protes terhadap praktik-praktik mengambil untung serta korupsi yang kini membuat puluhan orang ditahan.

Sebagai informasi, vonis yang ditetapkan pengadilan-pengadilan revolusi Islam, tidak bisa diajukan banding. Banding hanya bisa dilakukan terkait dengan perkara hukuman mati.

Vonis mati tersebut merupakan gagasan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pemimpin ini yang menyerukan pembentukan aksi cepat dan adil menghadapi perang ekonomi yang dilancarkan musuh asing mereka.

Sementara itu, dalam perkara tersebut, terpidana Hamidreza Baqeri-Dermani dihukum mati karena dituduh menyebarkan korupsi. Ia melakukan jenis pelanggaran berat berdasarkan hukum Islam Iran. Menurut televisi negara, Fermani juga terbukti melakukan pelanggaran lainnya, termasuk penyuapan dan penipuan.

DIkutip dari BBC News (24/12) keputusan hukuman mati atas Dermani diperkuat Mahkamah Agung. Sebelumnya, Iran telah mengeksekusi dua pelaku pasar karena kejahatan­-kejahatan ekonomi pada November 2018.

Vonis maksimal itu diterapkan­ sebagai upaya untuk membendung perbuatan melanggar hukum dalam menghadapi krisis ekonomi. Langkah tersebut untuk membendung sanksi-sanksi Amerika Serikat (AS) yang kini diberlakukan kembali. Sanksi diberlkukan kembali setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari perjanjian internasional 2015 mengenai program nuklir Iran.

Hingga kini tercatat pengadilan-pe­ngadilan khusus di negara Iran telah memenjarakan puluhan pengusaha dan pelaku pasar dengan hukuman penjara hingga 20 tahun.