Perluas Kemampuan Platform, Mata Uang Digital Touchon Luncurkan Versi 2.0

Logo Touchcon

Jakarta, Sayangi.com – Touchon sebagai salah satu cryptocurrency, atau mata uang digital yang memanfaatkan teknologi QR Code atau scan barcode sebagai cara penambangannya kembali mengeluarkan versi terbaru, yakni versi 2.0.

Melalui rilisnya, tim dari Touchon menjelaskan, versi baru ini mencakup teknologi analisis Big Data yang memperluas kemampuan platform. Sementara pada versi sebelumnya, hanya berfokus pada pengembangan platform Mining dan Airdrop secara acak melalui penggunaan QR Code yang telah dipatenkan.

“Melalui upaya tim riset dan pengembang yang bijak, kami telah meluncurkan versi terbaru yakni versi 2.0 pada tanggal 26 Desember 2018 lalu,” ujar Touchcon dalam rilisnya.

Pada Touchon versi 2.0 ini juga terdapat tiga tahap pengembangan teknologi. Yang pertama adalah munculnya Touchcon yang dapat digunakan sebagai gas dari platform Touchcon yang dapat diperoleh melalui penambangan acak pada iklan pasar 020 (online to offline).

“Pada tahap kedua, kami menyediakan platform yang mendukung semua penambangan altcoin dan airdrop yang transparan dan adil. Kemudian pada tahap ketiga, skalabilitas semakin diperluas dan teknologi analisis Big Data dengan pencocokan data Base pengguna dan data scan digunakan untuk Ad Scan dengan mining dan Airdrop untuk pertama kalinya dalam dunia Cryptocurrency,” paparnya.

Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari versi 2.0 ini adalah, pengguna dapat mengunduh Touchcon untuk menambang TOC. Pada saat itu, informasi pengguna hanya akan dikumpulkan sebagai data biasa.

Jika pengguna berpartisipasi dalam mining atau airdrop melalui pemindai Smart Phone yang dimiliki oleh pengguna, data tidak terstruktur yang merupakan kombinasi dari data stereotip serta data video SNS akan dikumpulkan dan disimpan untuk digunakan dalam analisis Big Data.

Pengembang Touchon 2.0, Chang Myung Choi yakin, bahwa platform Touchcon yang menggabungkan Ad Marketing di garis depan akan bisa diterima khalayak.

“Revolusi moneter digital baru di abad ke-21 telah dimulai, pada tahun 2019, kejutan dalam industri cryptocurrency (mata uang digital) akan semakin membuat khalayak umum terkejut,” ujar Choi.