Presiden AS Donald Trump Sangkal Tuduhan Bekerja untuk Rusia

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto LATE
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto LATE

Washington,Sayangi.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dituding bekerja untuk Rusia. Trump juga menyangkal telah menyembunyikan detail percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu tahun lalu.

Trump mengatakan dia adalah presiden AS yang memiliki sikap terkeras terhadap Rusia. “Jika Anda bertanya kepada orang-orang di Rusia, saya lebih keras terhadap Rusia daripada orang lain. Dan mungkin presiden lainnya, tapi tentu saja tiga atau empat presiden (AS) terakhir,ujarnya.

Pernyataan Trump itu muncul setelah New York Times menerbitkan sebuah laporan yang menyebut bahwa FBI telah membuka penyelidikan kontraintelijen pada 2017. Dikutip dari The Independent, Senin(14/1),penyelidikan telah dilakukan untuk mengetahui apakah Trump betul-betul bekerja untuk Rusia.

Selain diatas, The Washington Post, dalam laporannya menyebut, Trump telah menyembunyikan detail percakapannya dengan Putin dari pejabat-pejabat AS. Hal tersebut dilakukan Trump dengan mengeluarkan catatan dari penerjemahnya.

Para pejabat AS yang enggan dipublikasikan identitasnya mengungkapkan, dari lima pertemuan Trump dengan Putin selama dua tahun terakhir, tak ada catatan terperinci. Pertemuan tersebut tidak memiliki rincian catatan yang seutuhnya menggambarkan percakapan atau diskusi mereka. Laporan tersebut memperkuat dugaan bahwa ada yang disembunyikan oleh Trump terkait perbincangannya dengan Putin.

Akan tetapi Trump telah dengan tegas membantah dugaan tersebut. “Saya tidak menyembunyikan apa pun. Saya tidak peduli. Maksud saya ini sangat konyol, orang-orang ini membuatnya. The Washington Post, yang pada dasarnya adalah pelobi untuk Amazon (situs niaga digital),” kata Trump.
Washington Post memang dimiliki oleh Jeff Bezos, pendiri Amzon.

Menurut Trump, kabar bahwa dirinya menyembunyikan detail percakapan dengan Putin adalah omong kosong. “Semua omong kosong, tapi saya harus berhati-hati karena ini adalah pemain kotor. Anda mendapat semua penyelidikan (Robert) Mueller, Anda mendapatkan semua omong kosong ini, dan tidak ada kolusi (dengan Rusia), tidak ada apa-apa,” ujarnya.

Sejak kemenangannya dalam pilpres AS tahun 2016, Trump telah diisukan berkolusi dengan Rusia. Hingga kini otoritas AS masih menyelidiki dugaan tersebut. Namun Trump telah berulang kali memprotes penyelidikan terhadap dirinya dengan menudingnya sebagai tipuan.

Sekretaris pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menuding selama dua tahun terakhir media-media liberal AS mencoba membuat skandal kolusi tentang Trump . “Media liberal telah menghabiskan tahun mencoba membuat skandal kolusi palsu yang mengaburkan fakta bahwa Presiden Trump sebenarnya telah (bersikap) keras terhadap Rusia,” ujarnya.