Uni Eropa Abaikan Saran Donald Trump, Boikot Huawei

Lambang Huawei. Foto vn
Lambang Huawei. Foto vn

Belgium,Sayangi.com- Negara Eropa memberikan respons beragam atas permintaan pimpinan Amerika Serikat (AS). Trump telah menghimbau agar Eropa memboikot peralatan telekomunikasi Huawei berjaringan 5G.

Akan tetapi beberapa lembaga pemerintahan merasa tidak terganggu atas tudingan spionase terhadap produsen raksasa asal Tiongkok. Namun sebagian mendukung larangan tersebut.

Tantangan teranyar bagi Huawei berasal dari Polandia. Negara Jiran jerman ini menyatakan telah menangkap seorang eksekutif telekomunikasi Tiongkok yang dicurigai sebagai mata-mata. Media setempat mengidentifikasi karyawan yang ditangkap merupakan Direktur Huawei.

Pada Sabtu (12/1), Huawei telah memecat karyawan yang ditangkap di Polandia. Kepada AFP, perusahaan memastikan tindakan yang dilakukan karyawan tersebut tidak memiliki korelasi dengan Huawei.

Seperti diketahui, sebelumnya, putri pendiri Huawei telah ditangkap di Kanada. Lalu kemudian AS berupaya memasukkan Huawei ke daftar perusahaan yang perlu diperhatikan internasional karena alasan keamanan.

Beberapa negara Asia Pasifik bahkan mengikuti seruan Washington untuk memboikot produk Huawei. Akan tetapi, respons yang muncul di Eropa lebih bervariasi. Hal itu didasari kemampuan fasilitas 5G Huawei yang dianggap sangat menarik. Tawaran yang diberikan Huawei jauh melebihi fasilitas yang ditawarkan Ericsson asal Swedia, Nokia dari Finlandia, dan Samsung asal Korea Selatan.

Terkait 5G, teknologi generasi kelima (5G) merupakan lompatan kuantum dalam kecepatan komunikasi nirkabel. Hal itu menjadi kunci untuk mengembangkan internet dalam berbagai hal, termasuk self-driving car. Hal itu diperlukan Eropa yang berupaya menyebarkan terobosan teknologi tersebut secepat mungkin.

Dikabarkan AS, Australia, dan Jepang telah memutuskan untuk memblokir jaringan internet 5G Huwaei. Lain halnya di Eropa, operator utama Portugal MEO justru telah meneken kesepakatan dengan Huawei pada Desember lalu, saat kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Perusahaan asal Portugal itu memuji Huawei lantaran memahami seluk beluk teknologi. Portugal memuji Huawei memiliki kompetensi dan kapasitas yang berkontribusi pada pengembangan teknologi di negara mereka.

Namun, Norwegia yang sebagian besar jaringannya memakai peralatan Huawei tengah berpikir keras untuk mengurangi risiko. Kementerian Transportasi dan Komunikasi Norwegia telah mengisyaratkan bahwa tidak ada kerja sama keamanan dengan Tiongkok dalam hal pengembangan teknologi komunikasi.

Hal lain, Menteri Pertahanan Inggris Gavis Williamson justru menaruh perhatian besar terhadap peranan Huawei. Kementrian tersebut menyediakan jaringan 5G di Inggris.

Sedangkan Badan Keamanan Siber Ceko mengungkapkan regulasi Tiongkok memaksa perusahaan swasta yang berkantor pusat di ‘Negeri Tirai Bambu’ itu bekerja sama dengan pihak intelijen.

Menurut lembaga itu, ketentuan tersebut menjadi ancaman jika terlibat dengan teknologi utama suatu negara. Majalah berita Der Spiegel melaporkan Jerman berada di bawah tekanan AS terkait dengan pemblokiran Huawei.

sumber:AFP