Jadikan Sekolah Sebagai Gudang Narkoba, Tiga Orang Ditangkap di Kembangan

Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat mengamankan sejumlah narkoba yang disimpan di sebuah gudang sekolah di kawasan Kembangan Jakarta Barat, Selasa (15/1). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polsek Kembangan, Polres Jakarta Barat menangkap tiga orang pengedar narkoba berinisial AN, DL dan CP. Mereka menjadikan sekolah sebagai gudang penyimpanan narkoba miliknya.

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono mengatakan, awalnya pihaknya menangkap AN karena gerak geriknya yang mencurigakan. Dia menunjuk sebuah tong sampah yang diduga sebagai tempat menyembunyikan narkoba.

“Kemudian kita tangkap dan dilakukan penggeledahan, saat itu juga pelaku berusaha melarikan diri namun berhasil kita cegah. Di saku pelaku kami temukan plastik kosong yang di diduga sebagai tempat penyimpanan sabu,” ujar Joko di Mapolres Jakarta Barat, Selasa (15/1).

Dari informasi yang diberikan AN, kata Joko, diketahui bahwa pelaku memberikan informasi terkait gudang penyimpanan narkoba lainnya. Gudang tersebut berada disebuah kamar di dalam lingkungan sekolah wilayah Jakarta Barat.

“Polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya yakni kakak beradik, berinisial DL dan CP, dengan barang bukti sabu seberat 355 gram yang dikemas dalam beberapa paket. Selain itu, juga obat-obatan golongan psikotropika sebanyak 7.910 pil dalam berbagai merk,” jelasnya.

Joko menjelaskan, DL dan CP telah tinggal di lingkungan sekolah tersebut selama enam bulan terakhir. Keduanya diketahui merupakan anak dari salah satu pejabat di sekolah tersebut.

“Pelaku DL dan CP ini bekerja sebagai penjaga sekolah, dua pelaku juga anak dari seorang pejabat di sekolah tersebut. Para tersangka mengaku mendapati narkoba ini dari seorang narapidana yang ada di dalam lapas,” katanya.

Saat ini, ketiga pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolsek Kembangan Jakarta Barat. Atas perbuatannya, ketiga pelaku di kenakan Pasal 114 juncto 132 KUHP tentang Peredaran Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 penjara.