Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu, Mantan Kekasih Syahrini Ditangkap Polisi

Polisi mengungkap kasus sabu seberat 2,3 Kg yang melibatkan empat orang tersangka, salah satunya mantan kekasih Syahrini. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).

Jakarta, Sayangi.com – Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu. Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan empat tersangka dan barang bukti berupa 2,3 Kg sabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, keempat tersangka berinisial SN, FK, TP dan HS. HS sendiri diketahui merupakan mantan kekasih penyanyi Syahrini.

Awalnya, polisi mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan peredaran dan penyalahgunaan sabu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap SN di kawasan Pantai Indah Kapuk, pada Jumat, 21 Desember 2018, dan menyita sabu seberat 5 gram.

“Kemudian kita lakukan interogasi dan tersangka mengaku mendapatkan sabu dari seseorang berinisial FK,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/1).

Setelah itu, sambung Argo, polisi kembali bergerak dan berhasil menangkap FK di Jalan Panarukan, Menteng. Dari FK, polisi berhasil menyita sabu seberat 2,3 Kg.

“Dari hasil pemeriksaan, FK mengaku mendapat barang haram ini dari HK (DPO) dan dibantu oleh HS dan TP dalam proses penerimaan sabu,” jelasnya.

Argo menjelaskan, berbekal informasi dari FK, polisi berhasil meringkus HS di Jalan Kebumen, Menteng. Sementara TP ditangkap di Jalan Taman S Parman, Jakarta Barat.

“Para tersangka mengaku mendapat perintah (untuk menerima sabu), dari NC dan MK. Saat ini keduanya berstatus DPO dan sedang kita kejar,” katanya.

Selain sabu, dari keempat pelaku turut diamankan beberapa barang bukti, seperti enam ponsel, sebuah cincin, satu unit mobil Toyota Fortuner dan satu unit mobil Toyota Agya.

Karena perbuatannya, para pelaku akan dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 115 ayat 2 lebih subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI No 35 tahun 2019 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman seumur hidup.