Soal Regulasi Ojek Online, Polri Akan Koordinasi Dengan Kemenhub

Pengemudi Ojek Online

Jakarta, Sayangi.com – Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait status ojek sebagai transportasi umum. Karena seperti diketahui, belum ada regulasi yang jelas yang mengatur tentang ojek.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, dalam waktu dekat ini dia akan berdiskusi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Diskusi tersebut terkait wacana Menhub yang akan menjadikan sepeda motor sebagai transportasi umum.

“Itu nanti perlu pembahasan. Karena bagaimana pun soal ojek ini adalah suatu dinamika,” ujar Refdi di Jakarta, Kamis (17/1).

Refdi mengakui, kehadiran ojek dan utamanya ojek online telah diterima mayoritas masyarakat. Kendati demikian, dia belum memutuskan pihaknya menyetujui wacana itu atau tidak.

“Sedang kita polakan, bukan soal setuju atau tidak setuju. Saya juga ketemu dengan rekan-rekan ojek bagaimana mereka bisa menjadi pelopor keselamatan berkendara, sehingga semuanya menjadi lebih baik,” katanya.

Yang masih menjadi persoalan, kata Refdi, kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, harus ada perhatian khusus jika ingin menjadikan ojek sebagai transportasi yang aman dan layak.

Terlepas dari itu, Refdi mengatakan pada 2018 korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapi 30 ribu orang. Kendaraan penyumbang kecelakaan paling banyak yakni kendaraan roda dua.

“Hustru itu roda dua ini menjadi perhatian khusus kita. Bahkan nanti kita akan kelola roda dua ini sebagai pelopor keselamatan,” tandasnya.