Lewat Jalur Independen, Bos Starbucks Bakal Tantang Trump

Milyuner AS Howard Schultz ketua emeritus Starbucks tantang Trump. Foto Forbes
Milyuner AS Howard Schultz ketua emeritus Starbucks tantang Trump. Foto Forbes

Washington,Sayangi.com- Amerka Serikat akan melakukan Pilpres tahun 2010. Lewat jalur independen, soerang miliarder dan mantan CEO Starbucks, Howard Schultz, siap maju menantang petahana Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2020 mendatang.

Howard Schultz, yang sebelumnya memimpin Starbucks Corporation global, dalam sebuah wawancara televisi dan di media sosial, Minggu (27/1) mengumumkan ia mungkin akan menantang calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump dan siapa saja yang dicalonkan Partai Demokrat, dengan kampanye di luar sistem dua partai yang konvensional.

“Saya mencintai negara kita, dan saya serius mempertimbangkan mencalonkan diri sebagai presiden independen beraliran tengah,” tulis Schultz di Twitter

Iapun menambahkan “Saya adalah pengabdi Demokrat, tapi saya akan maju sebagai calon independen sayap tengah di luar dua sistem partai. Bagi Schultz, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump ada di masa yang sangat rentan.Iapun menyebut “Trump tidak punya kualifikasi untuk menjadi presiden.

Mantan CEO Sratbuck ini tak hanya mengkritik Trump, namun ia  juga mengkritik partai Republik dan partai Demokrat. Dalam penglihatannya kedua partai itu tak memperjuangkan kepentingan warga AS.

Republik dan Demokrat secara konsisten tidak melakukan apa yang diperlukan warga AS. Kedua partai ini setiap harinya hanya melakukan balas dendam politik,” jelas dia. Yang saya inginkan melihat warga Amerika Serikat menang dan saya ingin melihat  Amerika Serikat sebagai pemenang,” ujarnya.

Schultz lahir di keluarga kelas pekerja di lingkungan New York. Schultz lahir dari keluarga miskin Yahudi di Brooklyn 65 tahun lalu. Ia tumbuh dan besar bersama keluarganya. Pada usia 3 tahun, Schultz dan keluarganya tinggal di perumahan pemerintah di Canarsie.

Ayahnya, Fred Shultz putus sekolah saat duduk di bangku SMA dan mantan prajurit angkatan darat AS. Untuk menghidupi keluarga ia bekerja sebagai pengemudi truk. Ayahnya adalah buruh kasar memiliki tiga anak tidak mampu membelikan rumah untuk tempat tinggal mereka.

Meski hidup miskin, Schultz tetap mengikuti pendidikan. Ia menjadi satu-satunya anak dalam keluarga Schultz yang mencicipi perguruan tinggi di Universitas Northern Michigan dengan beasiswa bermain sepak bola. Sejak kecil dia sudah menjadi atlet bola keranjang dan sepak bola yang dibentuk oleh alam.

Lulus kuliah, Schultz mengawali karirnya sebagai salesman di perusahaan Xerox, karirnyapun menanjak cepat. Ia dipromosikan sebagai sales representive. Pada tahun 1979, ia memilih bekerja sebagai general manager di perusahaan kopi di Swedia.

Karirnya di Starbucks dimulai pada tahun 1981. Ia diperkenalkan dengan perusahaan Starbucks Coffee saat memonitor pesanan mereka. Setelah ia memuji pengetahuan mereka tentang kopi, Schultz jatuh hati pada perusahaan ini. Diapun memutuskan bergabung dengan Starbucks sebagai direktur marketing.

Karier puncak Schultz adalah sebagai CEO Starbucks. Saat awal bekerja 1980-an, ia ikut memajukan Starbucks. Dikutip dari Forbes sebelum ia menjadi CEO,Starbucks hanya memiliki sekitar 11 cabang. Namun, kini Starbucks  diperkirakan lebih dari 28 ribu cabang menyebar di berbagai belahan dunia. Pada Juni 2018, Schultz mundur sebagai CEO dan anggota dewan Starbucks. Ia kini menjadi ketua emeritus Starbucks.

Bersama istrinya, Sheri, Shultz yang nilai kekayaannya mencapai US$ 3,4 miliar pada Oktober 2018, mendirikan yayasan yang diberi nama Schultz Family Foundation untuk melatih dan merekrut veteran dan anak-anak muda.

 

sumber: Reuters dan Forbes