Sepuluh Tahun Konsumsi Sabu, Pencipta Lagu “SMS”: Untuk Inspirasi

Polda Metro Jaya mengungkap kasus kepemilikan sabu yang menyeret nama musisi Yanto Sari. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Jakarta, Sayangi.com – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya meringkus pencipta lagu dangdut, Yanto Sari karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Bersama Yanto, diringkus juga seorang pengaransemen musik bernama Romy Selano.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, keduanya telah menjalani tes urine. Hasilnya, pengarang lagu “SMS” dan “Goyang Nasi Padang” ini terbukti positif narkoba.

“Keduanya sudah menjalani tes urine, (hasilnya) positif sabu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/2).

Menurut pengakuan Yanto, lanjut Argo, ia mengkonsumsi sabu karena untuk daya tahan tubuh dan inspirasi membuat lagu. Yanto juga mengaku telah aktif menggunakan barang haram tersebut sejak 10 tahun silam.

“Setelah kita tanyakan, saudara YS ini telah menggunakan barang haram sudah 10 tahun,” jelasnya.

Argo menjelaskan, rekan Yanto, Romy, juga telah mengkonsumsi sabu sejak tiga tahun terakhir. Selain dua nama ini, polisi juga menangkap seseorang berinisial YS dan seorang perempuan bernama Mike Adriyani alias Indri.

“Nanti kita akan bawa mereka ini ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Yanto Sari merupakan seorang pencipta lagu dangdut yang cukup produktif. Sejumlah hits pernah diciptakan oleh tangan dingin Yanto.

Sebut saja lagu “Tak Rela Diginiin” yang dinyanyikan Via Vallen, lalu lagu “SMS” yang dipopulerkan Trio Macan, “Jawaban Lagu SMS” milik Yoppie Latul, dan juga lagu “Goyang Nasi Padang ; Hoaks” yang dinyanyikan biduanita Nella Kharisma. Semua lagu tersebut merupakan ciptaan Yanto Sari.