PGK Jateng Ajak Aktivis Mahasiswa Banyumas Deklarasi Pemilu Damai

Diskusi Kebangsaan yang dilaksanakan oleh PGK Jawa Tengah bertema ‘Milenial: Menciptakan Pemilu Damai untuk Menjaga Keutuhan Bangsa Demi Kemajuan Indonesia’ yang digelar di Auditorium Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Selasa (19/2).

Purwokerto, Sayangi.com – Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPW PGK) Jawa Tengah mengumpulkan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Banyumas untuk mendeklarasikan pemilu damai guna mensukseskan pesta demokrasi tahun ini.

Tidak hanya deklarasi, dalam gelaran ini, berbagai pimpinan organisasi mahasiswa juga diundang sebagai pembicara dalam diskusi kebangsaan yang bertemakan ‘Milenial: Menciptakan Pemilu Damai untuk Menjaga Keutuhan Bangsa Demi Kemajuan Indonesia’ yang digelar di Auditorium Universitas Wijayakusuma Purwokerto, Selasa (19/2).

“Kami melibatkan seluruh organisasi kemahasiswaan yang ada di Banyumas. Seperti di antaranya GMNI, HMI, PMII, PMKRI, GMKI, IMM, BEM Unsoed, BEM UMP, DEMA IAIN, dan Koordinator DEMA Unwiku. Tidak hanya untuk deklarasi, mereka juga kita jadikan sebagai narasumber untuk proses dialektika tentang bagaimana mahasiswa berperan dalam pesta demokrasi ini,” kata Ketua DPW PGK Jawa Tengah, Heri Bernad Damanik.

Menurutnya, acara ini diselenggarakan sebagai sebuah respon dari proses elektoral suksesor kepemimpinan 2019 yang diketahui telah dibumbui dengan isu-isu negatif yang berpotensi terjadinya disintegrasi sosial antar masyarakat.

“Dengan melihat premis yang ada, perlu adanya sebuah kampanye untuk mendinginkan situasi Pemilu Serentak ini,” katanya.

Acara ini, kata dia, menargetkan kampanye terhadap aktivis mahasiswa yang dipercaya masyarakat umum sebagai kaum intelektual. Sehingga kaum milenial, terutama mahasiswa dapat menyebarkan pesan positif ini kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PGK, Riyan Hidayat, yang hadir di dalam acara ini mengatakan, PGK sebagai organisasi bercorak kebangsaan, akan terus mengawal pemilu bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat. Agar pelaksanaan pemilu terhindar dari gesekan konflik horizontal antar masyarakat.

“Acara ini sangat bagus dan diharapkan dapat dilaksanakan di seluruh wilayah di Jawa Tengah, maupun di seluruh Indonesia,” katanya.

Gelaran yang juga dihadiri elemen kepolisian ini diakhiri dengan pelepasan burung merpati oleh masing-masing elemen sebagai simbolisasi deklarasi pemilu damai.