Prancis Demam Anti-Semitisme, Israel Panggil Balik Warganya

Foto RFI
Foto RFI

Tel Aviv, Sayangi.com- Menteri Imigrasi Israel, Yoav Gallant mengimbau warga Yahudi yang berada di Prancis untuk “balik” ke Israel. Hal itu disampaikan menyusul terjadinya vandalisme anti-Semit di sebuah pemakaman orang-orang Yahudi di Prancis timur.

Dalam sebuah pernyataan, Rabu (20/2) Gallant menyebutkan Penodaan pemakaman Yahudi di Prancis memunculkan gambaran masa-masa kelam dalam sejarah orang-orang Yahudi,”

Ia menegaskan mengutuk sikap anti-Semit tersebut. “Pekan lalu, saya mengunjungi komunitas Yahudi di Paris yang berada di bawah serangan anti-Semit dan dalam proses asimilasi. Saya dengan tegas mengutuk anti-Semitisme di Prancis dan memanggil orang-orang Yahudi (untuk) balik, berimigrasi ke Israel,” paparnya.

Sebelumnya, sekitar 80 kuburan di pemakaman Yahudi di wilayah Quatzenheim, ditemukan dalam keadaan dicoret-coret oleh orang tidak dikenal.

Pernyataan senada juga disampaikan kepala keamanan setempat, Jean-Luc Marx yang mengutuk gerakan anti-Semit. Jean-Luc Marx berujar “Dalam kemungkinan terbesar, terminologi anti-Semit yang mengerikan ini dan mengirimkan dukungan penuh kepada komunitas Yahudi yang kembali menjadi sasaran.

Pada tahun 2018 lalu, polisi Prancis mencatat telah terjadi lonjakan sebesar 74 persen terhadap pelanggaran anti-Yahudi yang dilaporkan.

Peristiwa ini menyebabkan kekhawatiran bagi negara yang merupakan rumah bagi populasi terbesar Yahudi di Eropa. Di tahun yang sama, menurut data Kementerian Gallant, sebanyak 2.679 orang Yahudi dari Prancis berimigrasi ke Israel. Menurut Kepala Regional Lembaga Yahudi Utama Prancis, Maurice Dahansetelah kejadian di Alsace kejutan demi kejutan terus terjadi,di negara penghasil anggur ini.

Dikabarkan Selasa (26/2) Rencananya bakal ada demonstrasi di Paris dan kota-kota sekitarnya. Tujuannya aksi tersebut untuk mengecam gejolak anti-Semit dalam beberapa pekan terakhir.

Para politisi pun mendesak partisipasi besar-besaran setelah seorang penulis Prancis terkemuka menjadi sasaran serangan anti-Semit oleh seorang pengunjuk rasa di Paris. Peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada akhir pekan lalu Sabtu (16/2).

sumber: Al-Jazeera