Ketum PGK Ajak Seluruh Komponen Masyarakat Gelorakan Kampanye Anti Hoaks

Ketua Umum DPP PGK, Bursah Zarnubi. (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi mengatakan, kampanye tentang bahaya berita bohong atau hoaks sangat urgent. Pasalnya, menurut Bursah, hoaks ini bukan lagi menjadi fenomena, tapi sudah menjadi satu kenyataan massif yang mempengaruhi kehidupan sosial politik kita.

“Ini kalau gerakan anti hoaks tidak digelorakan, maka ini akan bisa menimbulkan banyak masalah sosial politik ke depan. Apalagi ini menjelang pemilu,” kata Bursah dalam diskusi DPP PGK bertajuk ‘Sikap Cerdas Generasi Milenial Menangani Hoaks dengan Konstruktif dan Solutif’ di Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

Bursah mengingatkan, menjelang pemilu, banyak berita bersliweran yang perluk disaring dengan baik. Pasalnya, banyak hoaks yang bisa menimbulkan perpecahan, saling curiga, dan tidak saling percaya sesama anak bangsa.

“Karena ini sudah menjadi masalah penting, maka seluruh komponen masyarakat musti aktif membela bangsa ini dengan cara kita jangan menyebar hoaks,” kata Bursah.

Selain itu, memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada pihak berwenang agar para penyebar hoaks ini berhenti. Dan juga, masyarakat perlu membuka jaringan supaya hoaks bisa berhenti.

“Termasuk orang-orang yang mengerti teknologi digital melakukan patroli di dunia maya. Karena ini bukan dunia nyata yang lazimnya, dia bergerak di dunia maya. Jutaan berita-berita bersliweran yang susah dipilah. Perlu ada orang yang ngerti kontrol terhadap fake news, berita bohong tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bursah menilai, dari segi regulasi sebenarnya sudah cukup baik penanganannya. Terutama, pihak kepolisian yang sudah melakukan tugasnya.

“Pemakai facebook itu kan 87 persen, whatsapp 70 persen. Nah caranya diintervensi kalau sudah kacau di facebook dan Wa, itu mesti ditutup. Regulasi sudah ada, UU ITE sudah ada,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, karena ini sudah menjadi ancaman bagi persatuan dan keamanan nasional, maka perlu dibangun budaya lebih jujur dalam memberikan informasi kepada publik.

“Jadi sebelum dishare, disaring dulu. Nah milenial yang paling akrab dengan dunia digital, dunia maya ini musti kita edukasi terus menerus, karena mereka ini calon pemimpin,” tandasnya.