Rusia Buka Wisatawan Kunjungi Luar Angkasa

Ilustrasi angkasa luar. Foto AFP
Ilustrasi angkasa luar. Foto AFP

Moskow,Sayangi.com- Rusia merupakan salah satu negara yang andal dalam hal antariksa. Negara ini pernah menerbangkan pesawat kargo luar angkasa bernama Progress 70 dalam waktu 3 jam 48 menit ke ISS melalui dua orbit Bumi. Pencapaian ini menetapkan rekor penerbangan ke luar angkasa yang kurang dari empat jam.

Sebagai pembanding, misi serupa yang dimiliki Amerika Serikat (AS) biasanya membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk mencapai ISS.

Energia, perusahaan Rusia yang memelopori pengiriman manusia pertama ke luar angkasa, Yuri Gagarin, pada tahun 1961, saat ini sedang membangun sebuah moda baru yang dijuluki NEM-2 untuk mengangkut wisatawan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Dilaporkan ISS sendiri adalah stasiun ruang angkasa atau satelit buatan manusia yang bisa dihuni dengan orbit yang rendah. Komponen pertamanya diluncurkan ke orbit pada tahun 1998, lalu kemudian pada November 2000 mulai ditempati antariksawan.

Tahun berikutnya 2001 lalu, Rusia telah menerbangkan tujuh turis ke luar angkasa. Kabarnya, negara ini akan terus menambah jumlah tersebut dalam waktu dekat. Untuk mengikuti wisata ini, dibutuhkan biaya sekitar US$ 100 juta, dan kemungkinan akan lebih murah untuk turis pertama. Para wisatawan dimungkinkan bisa jalan-jalan ke luar angkasa dan membuat film atau video di sana.

Solntsev mengatakan, NEM-2, yang namanya masih harus dikonfirmasi, akan menampung empat sampai enam orang. Ini akan dilengkapi dengan kabin yang nyaman, dua toilet, dan akses internet. Moda ini harus diluncurkan pada 2019,” katanya.

“Pada dasarnya, moda ini akan terasa nyaman untuk turis, senyaman kondisi yang dimungkinkan di luar angkasa,” katanya.

Dilansir dari Engadget Sabtu  (23/2), badan antariksa Rusia Roscosmos telah menandatangani kesepakatan dengan Space Adventures. Kesepakatan tersebut berisi persetujuan untuk menerbangkan dua wisatawan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada akhir tahun 2021.

Wisatawan itu akan terbang dengan pesawat luar angkasa Soyuz. Pesawat ini yang sudah dikenal dengan perjalanan berdurasi pendek. Nmun Peserta yang akan ikut ke luar angkasa tersebut hingga berita ini diwartakan belum diketahui namanya.

Hanya tercatat bahwa para wisatawan tersebut membantu mendanai industri luar angkasa Rusia, termasuk pesawat ulang alik Soyuz mendatang.