Otoritas Keamanan Bangladesh Tembak Mati Pembajak Pesawat

Ilustrasi pembajakan pesawat Biman Bangladesh Airlines. Foto Gulf Business
Ilustrasi pembajakan pesawat Biman Bangladesh Airlines. Foto Gulf Business

Dhaka, Sayangi.com- Pasukan khusus Bangladesh (25/2)kemarin menembak mati seorang penumpang yang berusaha me­masuki kokpit pesawat Biman Bangladesh Airlines. Orang tersebut didor setelah dia menunjukkan senjata dan mengancam akan meledakkan pesawat.

Pihak berwenang maskapai Biman Bangladesh Airlines,menguraikan Penumpang, tersebut mengaku memiliki masalah pribadi dengan istrinya. Kepada pilot pesawat, dia mengatakan bahwa ia ingin berbicara dengan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.

Dia mengancam akan meledakkan pesawat seraya memperlihatkan senjata. Informasi tentang upa­ya pembajakan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak ber­wenang.

Tak lama kemudiam satu regu pasukan khusus berge­rak cepat dan melakukan pengepungan terhadap pesawat yang te­ngah parkir di Bandara Internasional Amanat di Chittagong. Pelaku pun ditembak dan langsung tewas ditempat.

“Kami berupaya menangkap pelaku dan membujuknya untuk menyerahkan diri, tapi dia menolak dan kami pun terpaksa menem­bak­nya,” ucap Mayor Jenderal Militer, S M Motiur Rahman.

Menurut Rahman, pria tersebut mengancam akan meledakan pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Dhaka menuju Dubai via Chittagong. Akibat tindakan pelaku, pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Chittagong.

Rahman menguraiakan Sebelum pasukan khusus bertindak, seluruh penumpang yang berjumlah 142 orang dan sebagian besar kru meninggalkan pesawat dengan selamat. Namun, salah seorang anggota kru disandera pelaku.

Wakil Angkatan Udara Bangladeh Marsekal Nayeem Hasan, yang juga Ke­tua Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh, saat konferensi pers menerangkan selain memegang benda seperti pistol, pelaku juga mengatakan tubuhnya telah dipasangi alat peledak.

Menurut petugas penerbangan, ketika pesawat terbang dekat Bandara Chittagong, penumpang tersebut berdiri dari kursinya. Saat itu ia dan mencoba menuju kokpit, seorang anggota kru mencegatnya, namun pelaku justru mengeluarkan senjata.

Pelaku kemudian mengatakan memiliki alat peledak dan jika kru tidak membukakan pintu kokpit, dia akan meledakkan pesawat. Anggota kru yang lain memberi tahu hal tersebut kepada pilot dan kemudian mereka meminta izin kepada pengendali lalu lintas udara untuk melakukan pendaratan darurat.

Dikutip dari Gulfnews,Selasa (26/2) hingga berita ini disiarkan tidak diketahui pasti apakah pelaku memiliki alat peledak atau tidak. Namun, menurut pejabat senior penerbangan Bangladesh, senjata yang dipakai pelaku ialah pistol sungguhan. Pihak penerbangan juga tidak mengetahui di mana pistol itu disimpan sehingga bisa lolos dalam pemeriksaan keamanan bandara di Dhaka.

Menurut informasi, pelaku diperkirakan berusia 20 tahun dan kemungkinan warga Bang­ladesh. Pasca kejadian diatas muncul pertanyaan tentang keamanan tersebut , dan kejadian tersebut akan menjadi bahan penyelidikan.