Polisi Kembali Tangkap Pengedar Ekstasi Diamond dan 10 Kg Sabu

Polda Metro Jaya mengamankan lima orang pelaku pengedar narkoba. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengamankan lima orang pelaku pengedar narkoba. Kelimanya berinisial SS (22), M (30), FM (53), RH (45) dan YR (34).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pada awal Februari 2019 polisi mendapat laporan bahwa di daerah Tambora, Jakarta Barat terdapat rumah yang kerap digunakan untuk bertransaksi narkoba. Akhirnya tim bergerak dan melakukan penyelidikan.

“Tiga minggu kita lakukan penyelidikan dan ternyata benar ada kegiatan peredaran narkoba. Kita tangkap seorang berinisial SS, Kamis (21/2), saat tengah membawa ekstasi diamond sebanyak 46 butir,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/3).

Dari SS, kata Argo, polisi mendapat informasi bahwa narkoba tersebut berasal dari seseorang berinisial M. Tim kembali bergerak dan menangkap M di Cempaka Baru, Kemayoran, dengan barang bukti sabu seberat 3 Kg.

“Kita lakukan pemeriksaan di kontrakan M di Cempaka Baru, Kemayoran. Di sana kita temukan 7 Kg sabu dan 1.059 butir ekstasi,” jelasnya.

Ternyata di kontrakan M, lanjut Argo, tim juga menemukan seorang pelaku berinisial RH alias Arab, dan FM. Ternyata 2 dari total 10 Kg sabu tersebut merupakan pesanan YR, YR akhirnya diringkus di depan sebuah supermarket di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.

“Ada pemasoknya lagi yang berinisial H, saat ini yang bersangkutan masih dalam pengejaran. Belum bisa sampaikan mereka jaringan mana, karena H belum kita amankan,” terangnya.

Setelah kelima pelaku diamankan, sambungnya, polisi juga melakukan tes urine. Hasilnya kelimanya terbukti positif menggunakan sabu.

“Kelimanya terbukti positif sabu. Kita lakukan penahanan dan mereka saat ini menghadapi proses penyidikan,” kata Argo.

Karena perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan pidana maksimal hukuman mati dan denda paling banyak Rp 10 miliar.