Israel Sambut Vatikan Buka Arsip Era Perang Dunia II

Pemimpin Gereja Katolik Sedunia Paus Fransiskus,dan Paus Pius XII (gambar kanan). Foto Daily Expres
Pemimpin Gereja Katolik Sedunia Paus Fransiskus,dan Paus Pius XII (gambar kanan). Foto Daily Expres

Tel Aviv,Sayangi.com- Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus mengatakan akan membuka arsip Vatikan tentang Perang Dunia II era Paus Pius XII. Paus Francis mengungkapkan, keputusan tersebut dibuat sebagai bukti bahwa Vatikan tidak takut terhadap sejarah kelam Perang Dunia II.

Hal itu mengingat Vatikan kerap dituding bungkam atas terjadinya Holocaust, yakni pembantaian jutaan Yahudi oleh Nazi Jerman. Vatikan biasanya menunggu 70 tahun setelah berakhirnya kepausan untuk membuka arsip yang relevan. Namun Takhta Suci ditekan untuk segera menyediakan arsip dan dokumentasi Pius XII. Hal itu mengingat penyintas Holocaust yang telah meninggal sedikit demi sedikit.

“Gereja tidak takut terhadap sejarah. Sebaliknya, ia menyukainya, dan ingin lebih menyukainya, seperti mencintai Tuhan. Jadi, dengan kepercayaan yang sama dari para pendahulu saya, saya membuka dan mempercayakan kepada para peneliti, warisan dokumentasi ini,” kata Paus Fransiskus pada Senin (4/3).Paus telah mengumumkan jadwal membuka arsip Paus Pius XII pada 2 Maret 2020.

Dengan arsip tersebut, para paneliti dapat meneliti dan mengkaji tindakan Paus Pius XII pada era Perang Dunia II. Hal itu penting dilakukan untuk mengetahui apakah predikat paus layak disandang olehnya.

Selama ini tidak sedikit  kalangan menuding Paus Pius XII menutup mata dan tak mengambil tindakan apa pun saat Holocaust berlangsung. Vatikan telah membela Pius dengan mengatakan dia menggunakan diplomasi di belakang layar untuk mencoba menyelamatkan orang-orang Yahudi di Eropa saat itu.

Pius terpilih sebagai Paus pada 2 Maret 1939, enam bulan sebelum Perang Dunia II meletus di Eropa. Dia meninggal pada 9 Oktober 1958 di kediaman musim panas Vatikan di Castel Gandolfo,letak castel ini dekat wilayah Roma.

Terkait dibukanya arsip PD II,Israel menyambut keputusan tersebut. Menurut Tel Aviv, langkah tersebut dapat menjelaskan peran gereja ketika Perang Dunia II berkecamuk di Eropa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon melalui akun Twitter pribadinya pada Senin (4/3). Isi twwet Nashon “Kami senang dengan keputusan tersebut dan berharap hal itu akan memungkinkan akses gratis ke semua arsip yang relevan.

Senada dengan itu, Yad Vashem, pusat peringatan dan penelitian Holocaust Israel juga memuji keputusan Vatikan. Yad Vashem berharap para peneliti diberi akses penuh ke semua dokumen yang disimpan dalam arsip.

Dalam sebuah pernyataan Yad Vashem menuliskan “Membuka arsip akan memungkinkan penelitian yang objektif dan terbuka serta wacana komprehensif tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan Vatikan khususnya, dan Gereja Katolik pada umumnya, selama Holocaust (pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman).

sumber: newyork time