CEO Cradle Fund Diduga Dibunuh Istrinya Dan Anaknya Serta ART

Foto Strait Time
Foto Strait Time

Kuala Lumpur,Sayangi.com-  Nazrin Hasan CEO Cradle Fund Nazrin Hasan adalah suami dan ayah dari kedua remaja itu yang tewas mengenaskan. Awalnya, Nazrin dilaporkan tewas akibat power bank ponsel meledak saat dia tidur  pada 13 Juni 2018 jam 11.30 malam  hingga 04:00 dini hari di sebuah rumah di Mutiara Damansara, Kuala Lumpur, Malaysia . Nazrin menghembuskan nafas pada dini hari 14 Juni 2018.

Setelah mayatnya dimakamkan terbongkar bahwa kematian Nazrin bukan karena HP meledak, melainkan dibunuh oleh istri, dua anak tirinya yang masih remaja serta seorang pembantu asal Indonesia.

Tidak ada kejahatan yang sempurna, begitu keyakinan setiap polisi. Serapi rapinya menyembunyikan kejahatan dengan berbagai cara, namun kasus tersebut bisa terungkap dengan kejanggalan yang sangat kecil.

Pada 8 Oktober 2018, pengadilan memerintahkan pembongkaran makam Nazrin untuk mencari bukti mengenai kematiannya. Polisi kemudian memutuskan untuk melakukan otopsi terhadap Nazrin dan menemukan fakta bahwa pengusaha tersebut dibunuh sebelum kebakaran terjadi.

Istri korban bernama Samirah Muzzafar, 44 tahun, bersama dua anaknya masing-masing berusia 13 tahun dan 16 tahun sebagai tersangka pembunuhan. Dan pembantunya seorang TKI  Eka Wahyu Lestari asal Indonesia juga ditetapakan ikut bersubat dalam peristiwa tersebut.

Samirah dan kedua anaknya telah dikenai tahanan rumah pada hari Senin, 4 Maret 2019 jam 6.45 pagi waktu setempat setelah membayar uang jaminan. Namun saat ini Eka yang ikut membantu pembunuhan  masih buron dan kepolisian Malaysia meminta bantuan polisi Indonesia untuk menangkap pembantu ini.

Bedasar pada UU Malaysia tersangka dijerat pasal 302 Undang-undang Kriminal Malaysia. Jika terbukti bersalah maka ancamannya adalah hukuman mati. Terkait pembunuhan tersebut Hakim Mohammad Ikhwan Mohd Nasir menerbitkan perintah untuk segera membawa kasus ini ke Pengadilan Tinggi.

Hingga berita ini diturunkan belum jelas motif pembunuhan Nazrin oleh istri dan kedua anaknya dan pembantunya (TKI).

sumber: SCMP