Jurnalis Wanita Bongkar Agen Prostitusi K-POP Bingbang

Seungri Bintang K-POP Bing Bang terlilit Kasus Agen PSK. Foto Konten
Seungri Bintang K-POP Bing Bang terlilit Kasus Agen PSK. Foto Konten

Soeul,Sayangi.com-Seungri dan kawan-kawan kini tengah jadi sorotan utama publik Korea Selatan. Seungri, mdililit skandal prostitusi. Selain itu ia juga diduga  melakukan   penyuapan polisi, kekerasan seksual, yang dilakukan secara berjamaah oleh Seungri.

Bintang K-POP Korea ini disebut telah menyuap pihak otoritas publik setempat untuk melancarkan bisnis yang dijalankannya.

Catatan perbincangan yang dilakukan Seungri dengan lawan bicaranya Mr. Park telah disimulasikan oleh media setempat, KBS. Dalam percakapan tersebut terucap bahwa Seungri akan melakukan penyogokan kepada pihak aparat setempat jika ditemukan bahwa bisnis tersebut adalah ilegal.

Berarti, tidak ada masalah juga dengan (bisnis) kita. Jika kita ketahuan, cukup berikan saja uang,” kata Seungri, ditulis allkpop.com, Minggu (17/3). Seungri melanjutkan, “Hukum Korea seperti (bahasa cabul yang disensor). Itu sebabnya saya menyukainya,” tandasnya.

Berkat investigasi bertahun tahun oleh seorang jurnalis wanita pemberani masalah ini mencuat ke permukaan.

Jurnalis tersebut diidentifikasi Kang Kyung Yoon. Perempuan jurnalis ini telah menulis berita pertama tentang pembicaraan grup chatting Kakaotalk Seungri dan Jung Joon Young. Chatting antara kedua bintang K-POP ini berisi soal pamer video seksual dan penyediaan jasa prostitusi.
Dilansir dari Naver, saat wawancara 12 Maret 2019 Kang Kyung Yoon pun buka-bukaan kronologis dalam meliput skandal terbesar di negeri ginseng saat ini. Kyung Yoon mulai mengendus adanya ketidakberesan dengan Seungri sejak 2015. Saat itu salah satu personel boyband terbesar di Korea Selatan, BigBang, menggelar pesta besar-besaran. Pesta yang megah tersebut dijuluki Seungtsby Party. Nama Seungtsby kependekan dari Seungry dan Gatsby, tokoh dari cerita fiksi The Great Gatsby.

Kepada para awak media Kang Kyung Yoon mengatakan Saya memutuskan untuk menulis isu tentang adanya wanita hiburan di pesta besar itu. Dalam pesta tersebut Seungri mengundang para pebisnis kakap, investor luar negeri, untuk berpesta. Pesta ini digelar sebelum Seungri mendirikan perusahaan Yuri Holding pada 2016,” ujar si jurnalis.

“Saya tahu bahwa pesta itu digelar untuk mengembangkan bisnisnya,” lanjut Kyung Yoon. Kecurigaan Kyung Yoon semakin kuat ketika ia menemukan bukti dan sumber yang mengetahui tentang grup chat Kakaotalks Seungri dan kawan-kawannya. Dalam grup chat itu sempat disinggung soal Seungri yang memesan jasa pekerja seks untuk melayani para pebisnis.

Kang Kyung Yoon menambahkan setelah ditelusuri lebih dalam ia menemukan lagi bukti percakapan yang janggal, di mana para anggota grup chat berbagi video aktivitas seksual wanita dengan beberapa wanita. “Saya tahu bocoran soal grup chat itu sejak 2 tahun lalu. Bahkan beberapa selebriti wanita juga mengaku pernah diperlihatkan isi grup chat tersebut,” jelasnya.

Di situ tekadnya menguat, apalagi sebagai perempuan ia wajib untuk membongkar kasus ini. Dia bahkan becerita dari beberapa narasumber yang ia temui. Ia menemukan bahwa Seungri sering mengundang seleb-seleb debutan baru berusia 20 tahun-an untuk minum bersama. Lalu, lanjutnya, para selebriti muda ini dibikin mabuk dan diajak melakukan hubungan seksual untuk kemudian direkam secara diam-diam.

Kyung Yoon menguraiakan Fakta bahwa orang ini mengundang wanita-wanita muda berusia 20 tahunan, mahasiswi dan selebritis, untuk minum lalu diajak tidur semalam sambil direkam diam-diam, membuat saya tertampar!”

Kang Kyung Yoon bertekad ia harus menemui para korban, yang direkam dan difoto sembunyi-sembunyi. Dan saat ditemui, para korban benar-benar tidak tahu bahwa mereka diam-diam direkam dan disebarluaskan oleh Seungri dan kawan-kawan.

Rekaman video seka dibagikan Seungri ke orang-orang, yang bahkan para wanita ini tidak mengenalnya. Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka sangat terkejut, takut, tidak tahu apa yang harus dilakukan, para korban meminta saya untuk membantu mereka.”

Menurut Kang Kyung Yoon, para korban sedang mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan hukum atau tetap diam dan melindungi identitas mereka.