Aniaya Korban Hingga Tangannya Putus, 13 Anggota Kelompok Tiga Serangkai Ditangkap

Konferensi pers penangkapan kasus penganiayaan dengan senjata tajam di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3). (Foto: Sayaangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penganiayaan dengan senjata tajam. Penganiayaan yang dilakukan Kelompok Tiga Serangkai ini didasari balas dendam, lantaran sebelumnya mereka kalah dengan kelompok yang menamakan diri Warjenk (Warung Jengkol).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, awalnya kedua kelompok terlibat tawuran di Terminal Pulogadung, pada Minggu (17/3). Dalam tawuran tersebut, kelompok Tiga Serangkai kalah dan mereka dendam dengan kelompok Warjenk.

Kelompok Tiga Serangkai yang tidak terima dan melakukan aksi balas dendam ke kelompok Warjenk, dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya empat orang menjadi korban luka bacok, bahkan pergelangan tangan korban bernama Ilyas hampir putus.

“Empat orang luka bacok di kepala hingga punggung, korban sudah ada di Rumah Sakit (RS) Persahabatan dan RS Kolombia,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/3).

Dalam kasus ini, lanjut Argo, pihak kepolisian menangkap 13 tersangka yang berasal dari Kelompok Tiga Serangkai. Mereka ialah KV (16), MHR (17), SSR (17), LN (18), MFD (24), DMS (19), FZ (21), AWL (20), BBG (21), LTF (20), FJR (18), DN (18) dan AVN (18).

“Setelah di lakukan penyelidikan tiga anak-anak dan 10 orang dewasa menjadi tersangka. Peran mereka ada menyerang menggunakan batu dan membacok tangan korban hingga hampir putus,” jelasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 2 ayat (1) tentang Undang-undang kepemilikan senjata tajam, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.