Walau Muncul Kontroversi Pameran Seni Michael Jackson Tetap Digelar

Gambar Michael Jackson karya David LaChapella. Foto aliiance dpa
Gambar Michael Jackson karya David LaChapella. Foto aliiance dpa

Bonn,Sayangi.com- Sosok Michael Jackson dihadirkan kembali lewat pameran seni di Museum di Bonn. Pameran ini diselenggarakan di tengah kontroversi terkait isu kekerasan pedofilia yang dilakukan Sang Raja Pop.

Pameran potret Michael Jackson telah direncanakan jauh sebelum pemutaran film dokumenter Leaving Neverland ditayangkan perdana oleh stasiun televisi HBO (3/03). Dokumenter tersebut mengupas kisah dua anak laki-laki yang dulu menjadi korban kekerasan raja pop dunia itu..

Pameran bertajuk “Michael Jackson: On the Wall” pertama kali ditampilkan di Galeri Potret Nasional di London. Pameran berlanjut di Grand Palais di Paris hingga 14 Februari 2019 lalu.

Namun kini citra sang Raja Pop berubah sejak pemutaran film dokumenter tersebut. Leaving Neverland menceritakan dua orang korban kekerasan Jackson, yakni James Safechuck (40 tahun) dan Wade Robson (36 tahun). Para korban menceritakan pengalaman buruknya semasa kecil bersama Jackson. Buntut dari dokumenter ini, sejumlah stasiun radio dari mancanegara tak mau memutarkan lagu-lagu Michael Jackson.

Seolah Tak menyurutkan niat, museum di Bonn tetap menggelar pameran sesuai rencana, yakni dari tanggal 22 Maret hingga 14 Juli 2019.

“Terutama saat ini, saat kasus kekerasan itu menguak, momen ini mejadi penting untuk melihat kembali sosok sang Raja Pop,” kata Rein Wolfs, Direktur Bundeskunsthalle, museum seni di Bonn.

Tak hanya untuk dikagumi, lewat pameran ini pengunjung juga dapat melihat Jackson dari beragam sudut padang termasuk perspektif yang kritis. “Saya percaya kehadiran pameran ini sebagai wadah yang bisa menjadi tempat diskusi yang lebih baik daripada menghilangkan kenangannya,” tambah Wolfs.

sumber: Deutch Welle