Massa Geruduk PN Jaksel Mendesak Hakim Tolak Praperadilan Kaharudin Ongko

Massa dari AMPUH melakukan demonstrasi di PN Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan massa dari Aliansi masyarakat Peduli Hukum Ampuh (Ampuh) menggelar aksi unjuk rasa di Depan Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019), mendesak hakim menolak praperadilan yang dilakukan oleh konglomeret yang terjerat kasus penyelewengan dana BLBI Kaharudin Ongko dan anaknya Irsanto Ongko.

Menurut para demonstran, mantan pemilik Bank Umum Nasional ini dianggap mengemplang dan merampok uang Triliunan BLBI dan telah tercatat sebagai boronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Seorang tersangka yang masuk dalam DPO tidak dapat mengajukan praperadilan. Hal ini sudah jelas tertuang dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No. 1 tahun 2018,”, tegas koordinator Aksi Andi Ullah dalam pernyataannya di PN Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

Demonstran mencurigai adanya back up kuat di belakang kedua taipan ini sehingga dapat dengan mudah mengajukan praperadilan. Apalagi hakim yang menangani kasus ini diragukan integritas dan independensinya.

“Kami mendesak hakim untuk menolak praperadilan Kaharudin Ongko dan Irsanto Ongko karena terbukti mengmplang dan merampok uang BLBI triliunan rupiah,” katanya.

Dalam orasinya, demonstran juga meminta hakim untuk tidak kecolongan karena kedua taipan tersebut telah kabur ke luar negeri dengan membawa uang rakyat.

“Tidak ada alasan bagi hakim untuk mengabulkan praperadilan perampok dan pengemplang uang BLBI triliunan rupiah karena akan menciderai hukum dan rasa keadilan,” ujarnya.