Kajian Menyebutkan Polusi Udara Akan Perpendek Usia 20 Bulan

Ilustrasi Polusi Udara . Foto science time com
Ilustrasi Polusi Udara . Foto science time com

Los Angeles,Sayangi.com- Laporan Global Air Report Polusi menyebutkan udara akan memperpendek usia orang yang dilahirkan hari ini dengan rata-rata 20 bulan. Kondisi ini akan sangat mengimbas kawasan Asia Selatan.

Laporan tersebut diterbitkan oleh Health Effects Institute di Amerika dan Universitas British Columbia di Kanada. Laporan tersebut mengatakan, polusi udara adalah penyebab ke-5 paling besar yang memperpendek usia manusia. Jumlah korban bisa melebihi kematian yang disebabkan malaria, kecelakaan lalulintas, kekurangan gizi ataupun kecanduan alkohol.

Tetapi, tingkat kematian dini itu tidak sama di seluruh dunia. Orang yang dilahirkan di kawasan Asia Selatan akan mati 30 bulan lebih cepat karena adanya polusi udara, baik di dalam maupun di luar rumah.

Dikutip dari VOA Sabtu (13/4) kajian tersebut juga mendapati Di kawasan Asia Timur,polusi udara memperpendek usia dengan 23 bulan, dibanding hanya 20 minggu, atau sekitar lima bulan di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara.

Laporan yang menggunakan data hingga tahun 2017 itu memperkirakan, apabila tingkat polusi udara bisa disesuaikan dengan petunjuk Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO, maka tingkat harapan hidup di Bangladesh bisa diperpanjang sampai 16 bulan. Dan juga usia orang di India, Nigeria dan Pakistan bisa mengharapkan hidup lebih panjang satu tahun.

Walaupun ada usaha untuk mengurangi tingkat polusi, China disebut merupakan negara yang paling tinggi tingkat kematiannya karena polusi udara. Tahun 2017 saja ada 852.000 orang yang meninggal karena penyakit yang disebabkan polusi udara.

Kelima negara yang tingkat kematiannya paling tinggi terdapat di Asia; yaitu China, India, Pakistan, Indonesia dan Bangladesh.