Dua TKI Lolos Dari Hukuman Gantung Saudi Arabia

Foto Aljazeera
Foto Aljazeera

Riyard, Sayangi.com- Dua tenaga kerja Indonesia, Sumartini binti Manaungi Galisung dan Warnah binti Ni’ing, dibebaskan dari hukuman mati. Kedua d dijatuhi hukuman mati sepuluh tahun lalu oleh pengadilan pidana di Riyadh, Arab Saudi.

Kedutaan Besar Indonesia di Riyadh hari Rabu (24/04) lewat releasenya menyebutkan bahwa Sumartini yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Warnah dari Karawang, Jawa Barat, sudah meninggalkan Saudi Selasa (23/04).

Duta Besar Indonesia untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel,kepada kantor berita AFP menyebutkan Setelah melalui perundingan yang alot, kedutaan bisa meyakinkan pemerintah Saudi, sehingga dua warga Indonesia ini dibolehkan pulang. Disebutkan pula Sumartini dan Warnah tiba di Jakarta pada Rabu (24/04) siang.

Kedua TKI tersebut berurusan dengan aparat penegak hukum setelah dituduh melakukan sihir ke keluarga majikan. KBRI di Riyadh mengatakan akibat tuduhan tersebut majikan dan dan 15 anggota keluarga menuntut hukuman mati terhadap Sumartini dan Warnah.

Sumartini dituduh menggunakan ilmu hitam yang membuat anak majikan yang berusia 17 tahun hilang. Namun  pada akhirnya anak majikan ini ditemukan dalam keadaan hidup.

Sedangkan Warnah dituduh menggunakan mantra yang membuat istri pertama majikannya mengalami sakit misterius.

Dalam persidangan pada 7 Januari 2009, keduanya telah divonis hukuman mati oleh Pengadilan Pidana Riyadh. Upaya yang dilakukan KBRI membuat Pengadilan Banding Riyadh membatalkan vonis mati tersebut.

Aktifis kemanusiaan di Indonesia sejak lama mendesak pembebasan dua Sumartini dan Warnah, antara lain dengan menggelar aksi saat Raja Salman dari Saudi berkunjung ke Jakarta pada 2017.

Detik-detik terakhir saat KBRI menjemput Sumartini dan Warnah dari penjara menuju bandara, keluarga majikan masih berusaha menggagalkan kepulangan mereka. Keluarga mantan majikan keduanya  meminta aparat berwajib tetap menahan mereka di penjara.

Setelah melalui perdebatan, KBRI berahasil meyakinkan pemerintah Saudi. Kedua TKI tersebut akhirnya diijinkan meninggalkan Saudi menuju Jakarta Selasa sore (23/4) waktu setempat.