Jumlah Follower Anjlok Trump Protes ke CEO Twitter

Donald Trump
Donald Trump

Washington,Sayangi.com- Ada ada saja cara Presiden AS Donald Trump mencari popularitas. Pada Selasa (23/4) Trump telah bertemu Kepala pejabat pelaksana Twitter Inc Jack Dorsey. Dalam pertemuan itu Trump sempat bertanya kepada Dorsey mengenai mengapa dirinya kehilangan sebagian follower di Twitter.

Merujuk perusahaan data media sosial Keyhole Trump kehilangan 204.000, atau 0,4% , dari 53,4 juta follower pada Juli. Saat itu manajemen Twitter memulai pembersihan terhadap akun yang mencurigakan.

Dilaporkan pertemuan antara Trump dan Dorsey dilakukan di Gedung Putih pekan lalu. Pertemuan berlangsung beberapa jam setelah Trump kembali menyerang perusahaan media sosial itu. Trump mengklaim bahwa media tersebut bias terhadap kubu konservatif.

“Pertemuan luar biasa sore ini di @GedungPutih dengan @Jack fari @Twitter. Banyak topik dibahas berkaitan dengan landasan mereka dan dunia media sosial secara umum. Sangat ingin terus mempertahankan dialog terbuka,” demikian kicauan Trump di akun Twitter-nya. Trump juga menyiarkan gambar Dorsey dan orang lain bersamanya di Oval Office.

Sebelumnya pada Selasa pagi, Trump menyatakan Twitter bias terhadap dia tanpa memberi bukti. Ia menulis di Twitter bahwa media sosial itu tidak memperlakukan Trump dengan baik sebagai anggota Partai Republik.

Di dalam satu pernyataan, Twitter mengatakan Dorsey mengadakan pertemuan yang konstruktif dengan Presiden Amerika Serikat. Pertemuan tersebut atas undangan presiden AS Trump.

Dalam pertemuan tersebut dibahas komitmen Twitter untuk melindungi kesehatan percakapan umum sebelum pemilihan presiden 2020. Twitter juga berkomitmen melakukan dan upaya dalam menanggapi krisis.

Tidak seperti pejabat pelaksana perusahaan teknologi utama lain di AS. Dorsey sebelumnya tak pernah bertemu dengan Trump. Dorsey tidak diundang ke pertemuan Desember 2016 dengan presiden terpilih AS Donald Trump. Akan tetapi Trump saat itu mengundang wakil perusahaan utama teknologi lainnya diundang.

Pada 2016, Trump marah dengan Twitter sebab perusahaan tersebut telah menolak kesepakatan iklan dengan kampanyenya. Pada Oktober, Trump menulis ‘Twitter telah menghilangkan banyak orang dari akun saya. Dan yang lebih penting, mereka tampaknya telah melakukan sesuatu yang membuat lebih sulit untuk bergabung,tulis Trump.

sumber: AFP