Pakistan Memperbolehkan Transgender Menjadi Polisi

Transgender Pakistan boleh menjadi anggota kepolisian. Foto PinkNews
Transgender Pakistan boleh menjadi anggota kepolisian. Foto PinkNews)

Karachi,Sayangi.com- Provinsi Sindh di Pakistan membolehkan kaum transgender menjadi polisi. Menurut kantor berita Reuters,Kepala kepolisian setempat, menegaskan ingin memberikan kesempatan kepada kelompok marjinal itu. Meskipun hanya memiliki peluang untuk ‘jabatan rendah’.

Setelah bertahun-tahun dipersekusi secara brutal, kaum transgender Pakistan mendapat pengakuan pada tahun 2009. Mulai tahun tersebut Mahkamah Agung Pakistan memberikan mereka status khusus, dengan hak-hak yang sama dengan warga negara lainnya.

Sejak pengakuan Mahkamah Agung mulai terjadi kemajuan besar untuk kaum transgender. Sejak saat itu negara memberikan kartu identitas dengan keterangan jenis kelamin yang ditulis sebagai “jenis kelamin ketiga”.
Dan mulai tahun 2017, pemerintah Pakistan mengeluarkan paspor dengan keterangan jenis kelamin khusus “X” untuk transgender.

Meskipun demikian diskriminasi kepada kaum transgender di Pakistan masih terus terjadi. Keputusan kepolisian Pakistan untuk merekrut transgender diklaim aktivis hak-hak transgender, sebagai “langkah penting” bagi komunitas transgender.

Kepala kepolisian Sindh, Syed Kaleem Imam menyebutkan “Mereka akan jadi bagian dari kepolisian Sindh. Kawasan Sind berada di bawah daerah adminitrasi Karachi.

Menurut Kaleem Imam, Transgender ini orang-orang berbakat. Sama kayak warga negara lainnya. Kita harus mendukung mereka. Sejak awal berkarir di kepolisian Sindh sangat sadar kaum transgender kerap didiskriminasi,ujarnya.

Hingga kini tidak sedikit Transgender Pakistan harus hidup sembunyi-sembunyi. Mereka bekerja mencari uang dengan menjadi penari atau dipaksa menjadi pekerja seks komersial, bahkan mengemis.

Berdasarkan sensus tahun 2017, terdapat 10.418 transgender di Pakistan,dari total penduduk 207 juta jiwa. Namun, kelompok aktivis Charity Trans Action Pakistan mengklaim jumlah transgender di sana setidaknya berjumlah 500.000 orang.